Tautan-tautan Akses

Pengamat Internasional Puji Pilpres di Ukraina


Pengamat internasional memberikan keterangan kepada media di Kyiv, Ukraina mengenai penilaian mereka atas pelaksanaan Pilpres di sana, Senin (26/5).

Pengamat internasional memberikan keterangan kepada media di Kyiv, Ukraina mengenai penilaian mereka atas pelaksanaan Pilpres di sana, Senin (26/5).

Pengamat internasional dari parlemen Eropa memberikan penilaiannya Senin (26/5) bahwa pemilihan Presiden di Ukraina berlangsung dengan tepat dan layak, serta memenuhi standar internasional.

Sementara pertempuran berlanjut di beberapa bagian Ukraina, mayoritas pemilih di bagian lainnya dari negara itu tetap memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden hari Minggu (25/5) yang, menurut pengamat pemilu dari Eropa, memenuhi standar internasional.

Itu adalah salah satu tim pengamat pemilu terbesar yang pernah dibentuk pihak berwenang Eropa untuk mengawasi pemilu - lebih dari seribu pengamat dikerahkan oleh Organisasi bagi Kemanan dan Kerja Sama Eropa atau OSCE.

Ketua misi itu, João Soares, bersama dengan anggota-anggota parlemen Eropa, memberikan penilaiannya. Soares mengatakan, “Sebagaimana Anda sudah dengar, pengamat internasional mengakui pemilu ini sebagai tepat dan layak.”

Politisi Portugis itu mengecam sabotase pemilu oleh separatis di dua provinsi paling timur Ukraina, yaitu Donetsk dan Luhansk, dimana pembrontak pro-Rusia menghentikan pemungutan suara di 24 dari 34 distrik pemilihan. Tetapi dia menegaskan bahwa hasil pemilu harus dihormati, serta ia juga mencatat bahwa tingkat penyertaan yang mencapai 60 persen di seluruh negara itu, ini lebih tinggi dibanding pemilu legislatif Eropa Minggu yang berlangsung di 27 negara.

“Memang ada masalah di Donetsk dan Luhansk, tetapi penyertaan di seluruh Ukraina jauh lebih baik dibandingkan penyertaan dalam pemilu legislatif Eropa pada hari yang sama. Saya bekas anggota Parlemen Eropa, dan saya akan bangga sekali kalau tingkat penyertaan sebesar ini terselenggara dalam pemilihan saya,” tambah Soares. Petugas pemilu di Ukraina menghitung kartu suara dalam pemilihan Presiden di sana, Minggu (25/5).

Petugas pemilu di Ukraina menghitung kartu suara dalam pemilihan Presiden di sana, Minggu (25/5).

Masih belum jelas seberapa banyak warga Ukraina timur memberikan suara. Komisi pemilu Ukraina hari Minggu memperkirakan pemilih yang hadir mencapai 9 persen di Donetsk, dimana separatis menculik petugas pemilu, mengancam pekerja TPS dan memaksa penutupan TPS-TPS.

OSCE, kelompok asing utama yang mengawasi pemilihan presiden hari Minggu, mengatakan pemilu itu ditandai dengan “penyertaan yang tinggi dan tekad bulat pihak berwenang untuk mengadakan pemilu yang sejalan dengan komitmen internasional dan menghormati kebebasan dasar.”

Laporan OSCE itu juga mengatakan prosedur pemungutan dan penghitungan suara transparan dan kandidat dapat berkampanye secara bebas. Laporan itu mencatat 98 persen TPS yang diamati di luar Ukraina timur tertib dan terorganisir dengan baik.

Meskipun ada masalah di Ukraina timur, anggota-anggota parlemen Eropa mengatakan fakta bahwa milyarder Petro Poroshenko berhasil meraih kemenangan telak dalam putaran pertama pemilu, sehingga tidak perlu dilakukan putaran kedua bulan Juni, mencerminkan keabsahan pemilihan dirinya, membuktikan bahwa dia didukung oleh sebagian besar rakyat di negara itu.

Para politisi Eropa mengatakan mereka berharap Poroshenko bisa mengadakan perundingan untuk mengatasi perpecahan nasional dan pergolakan di timur.
XS
SM
MD
LG