Tautan-tautan Akses

Pengalaman Bisnis Kue dan Masakan Lebaran di Amerika

  • Nia Sutadi

Usaha katering Linda Campbell siap melayani aneka menu Indonesia, termasuk pesanan kue-kue lebaran di saat musim lebaran ini.

Usaha katering Linda Campbell siap melayani aneka menu Indonesia, termasuk pesanan kue-kue lebaran di saat musim lebaran ini.

Linda Campbell, warga Indonesia yang menetap di Maryland dan berbisnis katering, siap melayani pesanan menu Indonesia, termasuk kue dan makanan lebaran.

Tinggal di Amerika, bukan berarti tidak dapat merayakan hari raya Idul Fitri seperti di Indonesia. Bagi warga Indonesia di Washington DC dan sekitarnya yang merindukan penganan dan masakan khas Tanah Air, dapat membelinya dari sesama warga yang berbisnis kue dan makanan Lebaran.

Linda Campbell, warga Indonesia yang menetap di Rockville, Maryland -- tak jauh dari Washington DC -- sehari-hari berkecimpung di bisnis katering dengan menu masakan Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Akan tetapi, untuk musim Lebaran, menu yang dibuatnya lebih komplit daripada hari-hari biasa, misalnya kue Lebaran seperti kastangel, nastar, hingga kue nangka dengan bahan nangka asli yang diblender kasar-kasar.

Satu toples kue kering dijual Linda seharga 15 dolar atau sekitar Rp 130 ribu. Selain kastangel dan nastar, Linda juga berkreasi membuat kue kering dengan berbagai rasa, seperti nangka, duren, kelapa, sagu, dan tape.

Menjelang hari raya Idul Fitri, Linda mengungkapkan pembeli kue-kue kering buatannya berasal dari sesama warga Indonesia yang ingin merayakan Lebaran seperti di Tanah Air.

Kreasi Linda tidak hanya terbatas pada kue kering saja, tetapi juga kue-kue basah, contohnya bolu kurma tape yang dibuatnya khusus untuk menyambut Lebaran.

“Iya, jadi kalau Lebaran gitu, orang pasti tidak lepas dari kurma. Kebetulan saya juga senang membuat tape, selalu bikin tape, tidak lihat musim. Jadi kurma asli saya bikin tape, dicampur dibikin bolu kurma, itu banyak juga orang pesan,” jelas Linda.

Sementara itu, masakan Lebaran biasanya dibuat Linda berdasarkan pesanan. Hanya saja, kebanyakan masakan itu berisi lontong sebagai ganti ketupat. Salah satunya lontong sate ayam dengan siomay Bandung. Nasi kuning juga banyak dipesan terutama untuk acara khusus.

Nia Sutandio, pelanggan setia katering Linda Campbell, mengatakan salah satu alasan dia membeli masakan Linda adalah karena kelezatan dan harganya yang murah.

“Nasi kuningnya enak banget. Saya paling suka nasi kuningnya. Harganya lumayan murah dibanding dengan pergi makan di luar. Porsinya lumayan banyak. Pesan 1 porsi bisa dimakan 2 kali.”

Rata-rata Linda mematok harga masakan dari kisaran 8 hingga 10 dolar AS per porsi. Pelanggannya pun tersebar hingga ke negara bagian lain, seperti Ohio, North Carolina dan Florida.

Selain memberi peluang untuk berkreasi menyediakan kue-kue dan santapan Lebaran, hari raya umat Islam ini juga mampu menaikkan omset katering Linda hingga sekitar 30 persen.

XS
SM
MD
LG