Tautan-tautan Akses

Pengadilan Thailand Bebaskan 2 Wartawan dari Tuduhan Pencemaran Nama Baik


Wartawan Australia Alan Morison (kanan) dan rekannya Chutima Sidasathien dari situs Phuketwan berbicara pada pers di Phuket, Thailand (14/7). (AP/Thanyarat Doksone)

Wartawan Australia Alan Morison (kanan) dan rekannya Chutima Sidasathien dari situs Phuketwan berbicara pada pers di Phuket, Thailand (14/7). (AP/Thanyarat Doksone)

Dua wartawan dibebaskan dari tuduhan mencemarkan nama baik para pejabat angkatan laut Thailand dengan mengaitkan mereka dengan kejahatan perdagangan manusia.

Pengadilan di Thailand memutuskan seorang wartawan Australia dan rekannya warga Thailand tidak mencemarkan nama baik dalam laporan yang mengaitkan angkatan laut Thailand dengan komplotan perdagangan manusia.

Sebelumnya, Alan Morison dan Chutima Sidasathian masing-masing diancam hukumam sampai tujuh tahun penjara atas artikel tahun 2013 di situs berita bahasa Inggris Phuketwan.

Berbicara setelah vonis itu dikeluarkan, Morison mngatakan kepada VOA ia gembira telah dinyatakan tidak bersalah, dengan mengatakan ini adalah “kabar baik bagi Thailand dan bagi kebebasan media.”

Artikel itu mengutip satu berita dari kantor berita Reuters pemenang Hadiah Pulitzer yang mengklaim para pejabat angkatan laut Thailand menerima uang suap untuk membantu atau membiarkan perdagangan Muslim Rohingya dari Myanmar.

Pengadilan di pulau Phuket itu membersihkan kedua wartawan itu dari tuduhan pencemaran. Pengadilan juga mengatakan kedua wartawan itu tidak melanggar Undang-Undang Pidana Komputer, yang menurut organisasi hak asasi terlalu kabur dan membatasi.

Keputusan pengadilan itu kemenangan bagi media independen dan bebas di Thailand, menurut Phil Robertson, wakil direktur divisi Asia di Human Rights Watch.

XS
SM
MD
LG