Tautan-tautan Akses

Pengadilan Tertinggi Perancis akan Putuskan Larangan Burkini


Seorang perempuan Muslim Perancis (kanan) mengenakan pakaian muslimah di sebuah pantai di kota Marseille (foto: ilustrasi).

Seorang perempuan Muslim Perancis (kanan) mengenakan pakaian muslimah di sebuah pantai di kota Marseille (foto: ilustrasi).

Putusan pengadilan tinggi Perancis Jumat (26/8) itu kemungkinan besar akan menjadi preseden bagi sedikitnya 30 kota di Perancis.

Pengadilan administratif tertinggi Perancis hari Jumat dijadwalkan untuk memutuskan apakah akan melarang baju renang burkini yang menutup seluruh tubuh, yang telah menimbulkan kontroversi internasional.

Putusan dijadwalkan diumumkan pada siang hari dan kemungkinan besar akan menjadi preseden bagi sedikitnya 30 kota di Perancis.

Beberapa kota di pesisir, termasuk di Riviera, telah melarang baju yang menutup seluruh tubuh yang dikenakan sejumlah perempuan Muslim, dengan alasan hal tersebut melanggar undang-undang Perancis mengenai sekularisme.

Larangan ini diambil di tengah-tengah ketakutan yang dikemukakan rakyat Perancis mengenai keamanan umum setelah serangan militan Islamis di Paris, Nice dan tempat-tempat lain dalam 20 bulan belakangan ini.

Liga HAM Perancis mengajukan kasus mengenai larangan itu yang memicu kontroversi panas. Kelompok itu menyatakan perempuan harus dibebaskan untuk mengenakan apa yang mereka kehendaki di pantai-pantai Perancis.

Menurut berbagai jajak pendapat, larangan itu didukung luas, tetapi pengadilanlah yang akan menetapkan apakah larangan itu dipertahankan. [uh]

XS
SM
MD
LG