Tautan-tautan Akses

Pengadilan Khusus PBB Keluarkan Surat Perintah Penangkapan atas Pembunuh Hariri

  • Al Pessin

Dua perempuan Lebanon berjalan di muka poster mantan Perdana Menteri Rafik Hariri yang tewas dibunuh tahun 2005.

Dua perempuan Lebanon berjalan di muka poster mantan Perdana Menteri Rafik Hariri yang tewas dibunuh tahun 2005.

Surat perintah penangkapan dikeluarkan terhadap 4 pria, diyakini berafiliasi dengan Hezbollah, yang diduga terlibat dalam pembunuhan mantan PM Lebanon Rafik Hariri enam tahun lalu.

Pengadilan itu menyampaikan dakwaan dan surat perintah penangkapan kepada kejaksaan Lebanon di Beirut hari Kamis. Jaksa diberi waktu 30 hari untuk bertindak, jika tidak, pengadilan akan menerbitkan dokumen-dokumen itu.

Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati meminta agar menahan diri dalam apa yang disebutnya “masa yang peka” ini di negeri itu.

Perdana Menteri Mikati menghimbau rakyat Lebanon agar bersatu dalam “kenyataan baru” dan belajar menjadikan kebenaran sebagai prioritas di atas yang lainnya.

Ia mengatakan dakwaan itu harus dihadapi secara realistik dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa dakwaan itu belum terbukti, dan semua yang dituduh tidak bersalah sebelum dibuktikan bersalah.

Pengadilan PBB itu telah lama diperkirakan mendakwa Hezbollah, yang menyangkal terlibat dalam bom truk yang menewaskan Hariri dan 22 orang lainnya tahun 2005.

Hezbollah adalah gerakan politik yang paling berpengaruh di Lebanon. Gerakan itu memaksakan jatuhnya pemerintahan pimpinan putera Hariri, Saad, bulan Januari, ketika Pengadilan PBB itu pertama-tama mengeluarkan dakwaan. Hezbollah dan sekutu-sekutunya menguasai mayoritas kursi Kabinet Lebanon saat ini. Negara-negara Barat menganggap Hezbollah sebagai organisasi teroris, dan mengatakan organisasi itu sangat dipengaruhi oleh Suriah dan Iran.

Sebagian media massa melaporkan bahwa dakwaan itu bisa memicu serangan-serangan baru oleh Hezbollah dan membawa Lebanon ke dalam krisis politik baru yang lebih parah.

Nadim Shehadi dari Royal Institute of International Affairs di London mengatakan ada kekhawatiran mengenai terjadinya kekerasan, tetapi ia tidak sependapat dengan perkiraan akan terjadinya kekacauan dalam politik dan masyarakat Lebanon.

Shehadi mengatakan sampai saat ini banyak warga Lebanon memandang Pengadilan PBB sebagai campur tangan dalam urusan dalam negeri mereka, dan mungkin beraksi keras terhadap dakwaan itu. Tetapi, ia mengatakan banyak hal telah berubah di Lebanon, seperti juga di tempat-tempat lain di kawasan itu, di mana konsep-konsep seperti akuntabilitas dan keadilan menjadi penting dan punya arti baru.

Tetapi, Shehadi mengatakan akan makan waktu lama dari dakwaan yang dikeluarkan hari Kamis itu ke proses hukum bagi pembunuh Hariri. Ia mengatakan proses itu akan ditentang Suriah yang punya pengaruh besar di Lebanon.

Lebih lanjut, Shehadi mengatakan para pemimpin Suriah khawatir dengan perkembangan yang mendorong akuntabilitas dan memberi kredibilitas gerakan oposisi negara itu yang ditumpas Suriah.

XS
SM
MD
LG