Tautan-tautan Akses

Pengadilan atas Tokoh Oposisi Rusia Dibuka Kembali


Alexei Navalny, blogger anti korupsi yang membantu mengorganisasi serangkaian protes anti-Kremlin dalam persidangan di Kirov, Rusia (17/4).

Alexei Navalny, blogger anti korupsi yang membantu mengorganisasi serangkaian protes anti-Kremlin dalam persidangan di Kirov, Rusia (17/4).

Pengadilan Alexei Navalny, blogger anti korupsi yang membantu mengorganisasi serangkaian protes anti-Kremlin, dibuka kembali di kota Kirov.

Pengadilan terhadap seorang tokoh aktivis oposisi Rusia atas dakwaan penipuan dibuka kembali hari Rabu, sementara dua organisasi HAM menuduh presiden Vladimir Putin melancarkan serangan terhadap masyarakat madani Rusia sejak kembali berkuasa bulan Mei tahun lalu.

Pengadilan Alexei Navalny, blogger anti korupsi yang membantu mengorganisasi serangkaian protes anti-Kremlin, dibuka kembali di kota Kirov. Ia didakwa mencuri aset bernilai setengah juta dolar dari sebuah perusahaan kayu milik negara selagi menjadi penasihat gubernur tahun 2009.

Penyidikan baru diluncurkan terhadap Navalny pekan lalu. Para penyidik menuduh Navalny dan adiknya, Oleg, melakukan penipuan bernilai 119 ribu dolar terhadap sebuah perusahaan.

Navalny, yang bulan ini mengatakan ingin menjadi presiden dan menjebloskan Putin ke dalam penjara, menyebut dakwaan itu bermotif politik.

Sementara itu dalam laporan yang dilansir hari Rabu, kelompok HAM Human Rights Watch menuduh pemerintahan Putin tahun lalu mengambil tindakan terhadap masyarakat madani Rusia, yang paling keras selama era pasca Soviet.

Kelompok HAM Amnesty International di London dalam laporan yang dilansir hari Rabu mengatakan bahwa tahun pertama masa jabatan ketiga Putin sebagai presiden Rusia diwarnai “pelanggaran sistematis hak asasi, kebebasan menyatakan pendapat, berhimpun, dan berorganisasi.”
XS
SM
MD
LG