Tautan-tautan Akses

AS

Pengadilan Banding AS Dapat Tentukan Nasib Jutaan Imigran


Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan perintah eksekutif terkait kebijakan imigrasi di Gedung Putih, Washington, D.C., 20 November 2014 (foto: dok).

Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan perintah eksekutif terkait kebijakan imigrasi di Gedung Putih, Washington, D.C., 20 November 2014 (foto: dok).

Bisa tidaknya jutaan imigran gelap di Amerika Serikat mengajukan status legal sementara, akan tergantung pada putusan pengadilan banding federal di New Orleans, yang akan menggelar kasus terkait dengan perintah eksekutif oleh Presiden Barack Obama, Jumat.

Sehari sebelum persidangan, kelompok advokasi hak-hak imigran mengadakan pertemuan balai kota di Fairfax, Virginia, dekat ibukota AS, untuk mendorong reformasi imigrasi yang komprehensif.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat Don Beyer mendukung perintah eksekutif presiden.​

"Partai Republik mengkritik Presiden habis-habisan di lantai Kongres, mengatakan perintah itu ilegal dan melanggar konstitusi, tidak menyadari satu-satunya alasan ia melakukan tindakan eksekutifadalah karena Kongres menolak untuk bertindak, untuk melakukan tugasnya," kata Beyer.

Presiden Obama mengeluarkan perintah eksekutif November lalu, yang menangguhkan deportasi hampir lima juta imigran gelap yang memenuhi standar tertentu, tetapi pengadilan telah memblokir pelaksanaannya karena Texas dan 25 negara-negara lain mengajukan gugatan terhadap perintah eksekutif tersebut.

Sekarang pengadilan banding akan mendengar kasus ini.​

Imigran tanpa dokumen resmi seperti Lenka Mendoza, yang putrinya lahir di AS, merasa berharap ia bisa mendapatkan status hukum untuk tinggal di Amerika Serikat sehingga putrinya tidak harus merasa takut lagi.

"Ia takut karena ia pikir polisi akan menahan saya dan mendeportasi saya," kata Mendoza. "Jadi ini penting untuk anak-anak saya."

Reformasi imigrasi telah menjadi isu yang memecah-belah di AS. Meskipun kedua pihak telah setuju untuk memperbaiki sistem imigrasi, Kongres telah gagal untuk mengeluarkan undang-undang imigrasi yang komprehensif.

Anggota Kongres Beyer mengatakan Partai Republik yang harus disalahkan dalam hal ini.

"Partai Republik sayangnya saat ini merupakan penghambat untuk melakukan hal yang benar, untuk meloloskan hal ini" katanya. "Partai Republik adalah mayoritas, sehingga tidak mudah, tetapi hal-hal penting biasanya tidak pernah mudah."

Ketua DPR AS dari Partai Republik, John Boehner, mengatakan masalah imigrasi ilegal dan apa yang harus dilakukan mengenai isu ini telah menjadi bagian dari "sepakbola" politik terbesar yang pernah terjadi.

"Jika kita ingin menyelesaikan masalah seperti yang kita lihat berkembang di San Francisco, dan di tempat-tempat lain, kita perlu lebih serius dalam menegakkan hukum yang kita miliki," katanya.

Seorang wanita ditembak hingga tewas pekan lalu di San Francisco oleh seorang pria Meksiko yang masuk ke AS secara ilegal setelah lima kali dideportasi. Kematiannya telah memicu kembali perdebatan tentang penegakan imigrasi dan reformasi kebijakan.

"Jika kita tidak suka hukum yang kita miliki, maka kita perlu Kongres untuk mengatasi masalah ini," kata Boehner pada konferensi pers pada hari Kamis. "Saya ingin masalah ini dapat diselesaikan secepatnya," katanya.

Boehner mengatakan ia berharap Kongres AS akan mengambil tindakan tahun ini juga.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG