Tautan-tautan Akses

AS

Pengadilan AS: Penggeledahan di Jalanan New York Melanggar HAM


Kepolisian Kota New York (NYPD) memeriksa secara acak tas yang dibawa oleh para pejalan kaki di New York. (Foto: Dok)

Kepolisian Kota New York (NYPD) memeriksa secara acak tas yang dibawa oleh para pejalan kaki di New York. (Foto: Dok)

Polisi New York dianggap diskriminatif saat menghentikan, menanyai dan menggeledah orang-orang di jalan guna mencari senjata atau barang-barang terlarang lainnya.

Walikota New York Michael Bloomberg mengatakan akan mengajukan banding atas putusan hakim federal bahwa kota itu perlu melakukan perubahan atas apa yang disebut pengadilan tindakan polisi yang tidak konstitusional dan diskriminatif berdasarkan ras.

Hakim Pengadilan Distrik Amerika Shira Scheindlin Senin (12/8) memutuskan polisi New York melanggar hak konstitusional minoritas dalam memutuskan siapa yang harus dihentikan di jalan-jalan untuk ditanyai atau digeledah guna mencari senjata atau barang-barang terlarang lainnya.

Hakim Scheindlin mendapati bahwa dari 2004 hingga 2012, ratusan ribu warga New York, kebanyakan laki-laki muda berkulit hitam, telah dihentikan di jalan-jalan dan digeledah oleh polisi tanpa dasar yang obyektif untuk mencurigai mereka.

Hakim itu mengatakan kebijakan polisi tersebut mengakibatkan pelanggaran luas atas Amandemen ke 4 Konstitusi Amerika yang melindungi warga dari penggeledahan dan penyitaan tidak beralasan, serta Amandemen ke-14, yang menjamin perlindungan hukum yang sama bagi seluruh warga negara.

Delapan puluh empat persen orang-orang yang digeledah itu adalah warga berkulit hitam atau Hispanik, dan 88 persen dari mereka kemudian dibebaskan tanpa penangkapan atau mendapat panggilan resmi untuk menghadap polisi.

Hakim Scheindlin mengatakan para pejabat teras kota itu “menutup mata terhadap fakta itu” dan “sengaja mengabaikan banyak bukti” adanya profiling atau prasangka berdasarkan ras seseorang oleh polisi New York.

Dalam konferensi pers Senin, Walikota Bloomberg menuduh hakim itu tidak adil terhadap polisi. Dalam dekade terakhir, katanya, kejahatan di New York secara drastis telah menurun seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang dicegat dan digeledah. Dia mengatakan bahwa kebijakan "mencegat dan menggeledah” mencegah kejahatan disertai kekerasan dengan menghalangi keinginan orang membawa senjata.

"Fakta bahwa sekarang lebih sedikit orang yang membawa senjata di jalan menunjukkan upaya kami telah berhasil. Tidak bisa disanggah bahwa kebijakan ‘Mencegat dan Menggeledah’ orang telah menyelamatkan nyawa manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Kita tahu bahwa sebagian besar orang yang diselamatkan, berdasarkan statistik, adalah para pemuda kulit hitam dan Hispanik,” ujarnya.

Para pejabat mengatakan kota New York mungkin berusaha mencegah pemberlakuan putusan pengadilan itu sampai keluarnya keputusan atas upaya banding itu.

Perintah Hakim Scheindlin meliputi pengawasan di lapangan untuk memantau kepatuhan Departemen Kepolisian pada Konstitusi Amerika. Ia juga memerintahkan program percontohan yang mewajibkan polisi di beberapa sektor di kota New York untuk memakai kamera yang dipasang pada kerah seragam mereka untuk merekam interaksi mereka dengan warga sipil.

Komisaris Polisi Kota New York Raymond Kelly membela kebijakannya dengan mengatakan tuduhan bahwa kepolisian terlibat dalam tindakan berdasar profil rasial adalah "kecerobohan yang tidak benar.''
XS
SM
MD
LG