Tautan-tautan Akses

Pengacara Malaysia yang Ditahan Mogok Makan


Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad (tengah) di tengah demonstrasi yang menuntut pemerintahan bersih di Kuala Lumpur, 30 Agustus 2015.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad (tengah) di tengah demonstrasi yang menuntut pemerintahan bersih di Kuala Lumpur, 30 Agustus 2015.

Mathias Chang, mantan sekretaris Mahathir, menyebut penangkapannya “siasat yang keji” untuk membungkam orang-orang yang berbicara menentang tirani dan korupsi rezim Najib Razak.

Seorang pengacara Malaysia yang ditahan telah melakukan mogok makan setelah ditangkap atas keterlibatannya dalam usaha mengungkapkan skandal yang mengguncang pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak.

Mathias Chang ditangkap hari Kamis (8/10) berdasarkan undang-undang keamanan dalam negeri yang keras yang mengizinkan penahanan sampai sebulan tanpa peradilan.

Chang adalah pengacara Khairuddin Abu Hassan, seorang mantan anggota partai yang berkuasa yang ditahan bulan lalu berdasarkan undang-undang keamanan yang sama setelah ia meluncurkan kampanye global untuk mengungkapkan korupsi Najib yang dituduhkan.

Chang mengeluarkan pernyataan yang menyebut penangkapannya dan Khairuddin “siasat yang keji” untuk membungkam orang-orang yang berbicara menentang tirani dan korupsi rezim Najib, dan mengumumkan ia telah mulai mogok makan.

Ia juga seorang mantan sekretaris politik Mahathir Mohammad, perdana menteri Malaysia dari tahun 1981 sampai 2003, yang telah memimpin seruan agar Najib diselidiki.

Najib menghadapi seruan yang memuncak agar menjelaskan uang yang sangat banyak yang kabarnya hilang dari perusahaan pembangunan milik negara yang ia luncurkan, serta pengungkapan sensasional bulan Juli bahwa ada pemindahan dana misterius mencapai hampir US$700 juta ke rekening bank pribadi Najib.

Tekanan meningkat pekan ini, setelah sembilan sultan mengeluarkan pernyataan bersama yang langka hari Rabu, yang mengatakan skandal itu telah menciptakan “krisis keyakinan,” dan menyerukan penyelidikan sepenuhnya.

Baik Najib maupun perusahaan pembangunan milik negara, 1Malaysia Development Berhad, dengan keras membantah berbuat salah.

Namun, penyelidikan telah macet, karena Najib memecat jaksa agungnya bulan Juli, dan polisi menggrebek kantor-kantor badan anti-korupsi negara itu bulan Augustus.

Khairuddin, dengan bantuan Chang, telah menemui pihak berwenang di beberapa negara untuk meminta penyelidikan arus uang lintas perbatasan.

Pihak berwenang di Amerika Serikat dan negara lain sekarang kabarnya menyelidiki masalah itu, dan pihak berwenang di Swiss dan Singapura mengatakan mereka telah membekukan beberapa rekening, sementara mereka menyelidiki kemungkinan pencucian uang dan kejahatan lain.

Para sekutu Najib mengatakan uang yang disimpan dalam rekeningnya itu adalah “sumbangan politik” dari sumber-sumber Timur Tengah, tetapi tidak mau memberi rinciannya. [gp]

XS
SM
MD
LG