Tautan-tautan Akses

Pengacara HAM di China Kena Tahanan Rumah dan Dilarang Terima Tamu


Pengacara HAM asal China, Ni Yulan (tengah), saat menerima penghargaan dari Dubes AS di China, Max Baucus (13/4).

Pengacara HAM asal China, Ni Yulan (tengah), saat menerima penghargaan dari Dubes AS di China, Max Baucus (13/4).

Pengacara pembela hak-hak sipil warga, Ni Yulan, dua kali dipenjarakan, dihukum kerja paksa, dan disiksa sedemikian parahnya sehingga kedua kakinya lumpuh.

Kurang dari dua minggu setelah penguasa China memberlakukan status tahanan rumah terhadap pengacara hak asasi manusia yang memakai kursi roda, Ni Yulan, mereka kini mencegah diplomat asing mengunjunginya, menurutnya Senin (25/4).

Dia dikenal sebagai pembela warga yang digusur dari tempat tinggal mereka yang akan dijadikan proyek. Ni dilarang melakukan perjalanan ke Amerika bulan lalu untuk menerima Hadiah Keberanian Perempuan dari Departemen Luar Negeri yang diberikan kepada perempuan pembela HAM, keadilan, dan kesetaraan gender.

Seorang pengacara bisnis yang melakukan advokasi hak-hak sipil selama 15 tahun terakhir, Ni dua kali dipenjarakan, dihukum kerja paksa, dan disiksa sedemikian parahnya sehingga kedua kakinya lumpuh. Dia terus mengajukan tuntutan terhadap pejabat keamanan publik mewakili rakyat, dan dikenakan tahanan rumah pada 13 April.

Lima diplomat asing, termasuk dari Uni Eropa, Jerman, Kanada, Perancis dan Swiss, berusaha menemui Ni di rumahnya dan mengantarkan makanan, tetapi dicegah masuk, menurutnya kepada VOA.

Menurut Reuters, seorang diplomat yang tahu tentang situasi ini mengukuhkan bahwa para diplomat dilarang masuk ke rumah Ni oleh petugas keamanan.

Setelah lebih dari 20 menit konfrontasi, katanya, diplomat itu memberikan makanan itu kepada suaminya dan pergi, tetapi menelepon Ni langsung guna memastikan suaminya kembali ke tempat tinggalnya dengan selamat.

Baik petugas polisi berseragam maupun berpakaian sipil ditempatkan di luar apartemennya setiap hari, kata Ni. [jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG