Tautan-tautan Akses

Pengacara AS Upayakan Kaum Miskin Dapat Bantuan Hukum untuk Kasus Non-Kriminal

  • Mana Rabiee

Pengacara Deborah Gardner (kiri) memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada Daniel Thurston, yang dengan isteri dan anaknya usia 5 tahun yang cacat, diancam diusir dari rumahnya.

Pengacara Deborah Gardner (kiri) memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada Daniel Thurston, yang dengan isteri dan anaknya usia 5 tahun yang cacat, diancam diusir dari rumahnya.

Para pengacara Hukum Amerika yang membantu kelompok miskin ingin mengusahakan agar orang-orang berpendapatan rendah yang terlibat kasus-kasus non-kriminal atau sipil bisa mendapatkan pengacara yang disediakan pemerintah, apabila mereka tidak bisa membayar sendiri.

Setiap tahun jutaan kasus non-kriminal di Amerika diadili di pengadilan sipil, seperti kasus-kasus yang melibatkan hak asuh anak, pengusiran dari tempat tinggal, dan lainnya, termasuk kasus yang dialami Juliana Holmes yang tinggal di Baltimore, Maryland.

Suaminya yang sudah berpisah mengambil ketiga anak mereka ketika Holmes tinggal di negara bagian lain. Ia tidak bisa membayar pengacara untuk mengambil kembali anak-anaknya itu.

Holmes mengatakan, “Suami saya membawa anak-anak saya pergi dari Negara bagian North Carolina, jadi saya pindah ke sini mengikuti mereka.”

Holmes akhirnya mendapat hak pengasuhan bersama atas anak-anaknya dengan bantuan organisasi yang disebut Maryland Legal Aid, yang menyediakan pengacara untuknya secara cuma-cuma.

Trish Cochran adalah pengacara itu. Ia termasuk ke dalam kelompok pengacara dan hakim yang berpendapat bahwa hak untuk mendapatkan pengacara, untuk kasus-kasus sipil yang penting seperti kasus Holmes, harus menjadi hak hukum dasar di Amerika. Saat ini hal itu belum berlaku.

“Berdasarkan konstitusi, orang punya hak atas anak mereka; hak untuk punya tempat tinggal; punya akses ke sumber-sumber yang tersedia. Sayangnya banyak orang tidak selalu tahu bagaimana caranya untuk mendapat itu semua,” papar Cochran.

Para pengacara bantuan hukum mengatakan jutaan orang mewakili diri sendiri di pengadilan sipil tanpa pernah mendapatkan latihan atau pengalaman hukum apa pun, seperti Daniel Thurston.

Ia, isterinya, dan anaknya yang cacat yang berusia lima tahun diusir dari tempat tinggal mereka, kecuali bila mereka bisa mendapat keputusan penundaan dari pengadilan sipil.

Thurston mengeluh, “Bagaimana kita bisa pergi ke pengadilan dan mengeluarkan uang yang kita tidak punya untuk membayar pengacara, sementara untuk membayar sewa rumah saja tidak mampu?”

Pengacara bantuan hukum Deborah Gardner ingin menyaksikan jutaan orang seperti Thurston punya hak mendapatkan pengacara dalam kasus-kasus sipil. Ia mengatakan kebanyakan negara maju memberlakukan hak-hak berdasarkan konstitusi untuk mendapatkan pengacara sejak lama, Amerika saja yang masih tertinggal.

Gardner mengatakan, “Mengecewakan, negara yang merupakan pemimpin dunia tertinggal dalam hal yang sangat penting, yaitu melindungi kebebasan sipil mendasar warga, hak paling mendasar dalam proses hukum.”

Perdebatan mengenai hak untuk mendapatkan pengacara terjadi di berbagai badan legislatif negara bagian di seluruh Amerika. California, Massachusetts, dan Maryland adalah beberapa negara bagian yang sedang menjajaki program-program percobaan menyangkut pemikiran itu.

Daniel Thurston memenangkan kasusnya di pengadilan sipil berkat bantuan program seperti itu. Sampai sekarang keluarganya tetap punya tempat untuk berteduh.

XS
SM
MD
LG