Tautan-tautan Akses

AS

Penembakan Polisi di Dallas Tak Terkait Aksi Teroris


Micah Johnson, bekas tentara AS, tersangka penembakan polisi di Dallas yang ditembak tewas (foto: dok).

Micah Johnson, bekas tentara AS, tersangka penembakan polisi di Dallas yang ditembak tewas (foto: dok).

Militer Amerika mengukuhkan bahwa tersangka yang tewas itu bernama Micah Xavier Johnson, bekas anggota cadangan tentara angkatan darat AS yang pernah ditugaskan ke Afghanistan.

Polisi di kota Dallas, Texas, mengatakan serangan yang mengakibatkan tewasnya lima orang polisi yang mengawasi aksi protes hari Kamis (7/7), adalah suatu serangan yang “sangat terencana” dan dilakukan oleh beberapa orang. Tapi penembakan itu tidak ada hubungannya dengan aksi teroris dalam atau luar negeri, kata sebuah pernyataan Gedung Putih hari Jumat sore.

Serangan yang digambarkan oleh para pejabat kota Dallas sebagai suatu “sergapan” terjadi menjelang berakhirnya sebuah demonstrasi memprotes pembunuhan dua orang warga kulit hitam oleh polisi kulit putih di negara bagian Minnesota dan Louisiana minggu ini.

Seorang tersangka penembakan di Dallas, yang kemudian ditembak mati oleh polisi, dilaporkan telah mengatakan kepada polisi bahwa dia “marah” karena terjadinya pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi, kata kepala polisi Dallas, David Brown.

Militer Amerika mengukuhkan bahwa tersangka yang tewas itu bernama Micah Xavier Johnson, bekas anggota cadangan angkatan darat yang pernah ditugaskan ke Afghanistan. Tiga orang tersangka lainnya, yang belum disebutkan namanya, telah ditahan sehubungan dengan serangan atas polisi itu.

Ketika Johnson terpojok oleh kepungan polisi setelah penembakan terjadi, ia mengatakan kepada seorang perunding polisi bahwa ia ingin “membunuh orang kulit putih, khususnya polisi kulit putih,” dan mengatakan bahwa ia bertindak sendiri dan tidak terkait dengan kelompok manapun.

Kepala polisi Brown mengatakan Johnson dibunuh oleh polisi dengan menggunakan sebuah robot yang dilengkapi bom setelah perundingan tidak berhasil.

Brown mengatakan kemudian bahwa penyelidikan sementara menunjukkan bahwa penembakan ini “sangat terencana dan dipersiapkan dengan baik.” Tujuh orang anggota polisi lainnya dan dua orang warga sipil luka-luka dalam serangan itu, kata walikota Dallas hari Jumat (8/7).

Para pejabat kota semula mengatakan bahwa ada beberapa penembak jitu yang melakukan serangan, tapi jumlahnya yang pasti belum diketahui. Kepala polisi Dallas mengatakan satu dari tiga orang yang ditahan adalah seorang perempuan, dan yang dua lainnya tampak membawa koper-koper besar, sehingga polisi curiga dan mengikuti mobil mereka.

Namun, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johson mengatakan bahwa tersangka penembak polisi itu tampaknya bertindak sendirian.

Presiden Amerika Barack Obama menyebut penembakan itu aksi “kejam dan memuakkan” atas polisi yang sedang melakukan tugas mereka. Ia memerintahkan bendera Amerika diturunkan sampai setengah tiang di atas Gedung Putih dan kantor-kantor pemerintah selama empat hari untuk menghormati korban yang tewas dan cedera. [ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG