Tautan-tautan Akses

2 Penembak Palestina Tewaskan 4 Orang di Tel Aviv


Polisi Israel mengamankan lokasi terjadinya penembakan di Tel Aviv, Rabu (8/6) malam.

Polisi Israel mengamankan lokasi terjadinya penembakan di Tel Aviv, Rabu (8/6) malam.

Dua orang bersenjata warga Palestina menembaki para pembeli dan pengunjung di pasar Tel Aviv, Israel dan menewaskan 4 orang hari Rabu (8/6) malam.

Dua orang Palestina bersenjata menembaki orang-orang yang sedang berbelanja dan makan di rumah makan di sebuah pasar di dekat Kementerian Pertahanan Israel di kota Tel Aviv hari Rabu (8/6) malam, menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya lima orang.

Polisi Israel menyebutnya sebagai serangan teroris dan mengatakan pelakunya menggunakan senjata otomatis.

Polisi Israel telah menahan kedua pelaku penembakan itu. Seorang di rawat di rumah sakit setelah dia ditembak dan mengalami luka-luka. Menurut polisi, kedua penembak itu adalah saudara sepupu yang berasal dari kota Hebron di Tepi Barat.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengatakan setelah mengaedakan pertemuan dengan para kepala bidang keamanan bahwa penembakan itu adalah suatu “kejahatan yang ganas”.

Netanyahu mengatakan,”Kami akan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menyerang para penyerang dan membela mereka yang perlu dibela.”

Departemen Luar Negeri Amerika mengutuk sekeras-kerasnya, apa yang disebutnya sebagai serangan teror pengecut terhadap orang sipil tidak bersalah.

Serangan hari Rabu itu terjadi di pasar Sarona di pusat Tel Aviv, pasar populer untuk berbelanja dan makan.

Keterangan dalam siaran televisi Israel menunjukkan orang-orang yang makan di restoran panik mencari perlindungan bersembunyi di antara meja-meja dan kursi-kursi yang dibalik.

Para penembak itu mengenakan pakaian rapi, mengenakan jas dan dasi, serta menembak sebagian dari para korban tersebut dari jarak dekat.

Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan, tidak ada serangan terhadap penduduk sipil dan polisi Israel di Tel Aviv selama berbulan-bulan dan tidak ada keterangan konkrit akan terjadi serangan teror. Ia mengatakan, polisi akan menyelidiki bagaimana kedua penembak bisa menyelinap ke daerah itu.

Israel baru saja merasakan keadaan yang relatif tenang dari sembilan bulan serangan orang Palestina terhadap warga sipil dan anggota polisinya. Serangan itu dipicu oleh kabar angin bahwa Israel berencana menguasai komplek masjid Al-Aqsa, situs yang suci bagi Muslim dan Yahudi di Yerusalem timur. [sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG