Tautan-tautan Akses

AS

Penembak Polisi di Dallas Rencanakan Serangan yang Lebih Buruk


Kepala Kepolisian Dallas David Brown (kiri) dan Wlaikota Mike Rawlings dalam konferensi pers Jumat (8/7). (AP/Eric Gay)

Kepala Kepolisian Dallas David Brown (kiri) dan Wlaikota Mike Rawlings dalam konferensi pers Jumat (8/7). (AP/Eric Gay)

Bahan-bahan pembuat bom dan sebuah jurnal ditemukan di rumah penembak polisi dalam penggeledahan hari Jumat.

Kepala Kepolisian Dallas David Brown mengatakan aksi penyergapan mematikan yang menewaskan lima polisi dan melukai tujuh lainnya di Dallas hari Kamis lalu (7/7) bisa jauh lebih buruk.

Brown, hari Minggu, mengatakan kepada stasiun televisi CNN bahwa Micah Xavier Johnson mengatakan kepada polisi yang merundingkan situasi di Dallas bahwa ia ingin “membunuh warga kulit putih, khususnya polisi kulit putih."

Bahan-bahan pembuat bom dan sebuah jurnal ditemukan di rumah Johnson dalam penggeledahan hari Jumat.

“Bahan-bahan semacam itu cukup untuk menimbulkan dampak yang sangat menghancurkan di seluruh kota kami dan di bagian Texas Utara," ujar Brown.

Johnson yang berusia 25 tahun tewas dalam serangan mematikan Kamis malam yang terjadi di tengah aksi demonstrasi memprotes penembakan dua warga kulit hitam oleh polisi di dua tempat terpisah.

Sejak penembakan kedua warga Amerika keturunan Afrika itu oleh polisi-polisi kulit putih, aksi demonstrasi terjadi di hampir seluruh Amerika.

Sejumlah demonstran ditangkap, termasuk dalam demonstrasi di bagian selatan kota Baton Rouge, Louisiana, di mana DeRay McKesson – salah seorang aktivis paling berpengaruh terkait gerakan reformasi polisi “Black Lives Matter” – menyiarkan secara langsung proses penangkapannya.

Polisi membela penangkapan itu sebagai hal yang menyangkut keamanan publik, tetapi para demonstran mengatakan kepada media bahwa mereka yakin McKesson merupakan target. McKesson dibebaskan dengan uang jaminan Minggu siang setelah dituntut menganggu kelancaran lalu lintas. [em]

XS
SM
MD
LG