Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Swiss Berhasil Sembuhkan Kelumpuhan pada Tikus


Menurut peneliti Swiss, Grégoire Courtine, keberhasilan membuat tikus lumpuh bisa berjalan lagi mungkin tidak bisa menghasilkan derajad gerakan yang sama pada manusia, seperti yang diderita oleh mendiang aktor Christopher Reeve (foto: dok).

Menurut peneliti Swiss, Grégoire Courtine, keberhasilan membuat tikus lumpuh bisa berjalan lagi mungkin tidak bisa menghasilkan derajad gerakan yang sama pada manusia, seperti yang diderita oleh mendiang aktor Christopher Reeve (foto: dok).

Peneliti Swiss, Grégoire Courtine berhasil membangunkan sel-sel saraf tulang belakang yang tidak aktif sehingga merangsang koneksi baru ke otak seekor tikus lumpuh.

Tim peneliti di Universitas Zurich, Swiss, telah mencapai prestasi luar biasa. Mereka membuat tikus lumpuh dapat berjalan sendiri lagi.

Peneliti menyuntikkan campuran bahan kimia untuk merangsang sel-sel saraf tulang belakang tikus yang berkomunikasi dengan otak. Sepuluh menit kemudian mereka menggunakan elektroda tepat di bawah cedera tulang untuk membangunkan sel-sel saraf saraf untuk berjalan yang tadinya sehat, tetapi menjadi tidak aktif setelah cedera pada tulang belakang.

Tikus-tikus itu kemudian dipakaikan perangkat robot yang berbentuk seperti rompi kecil, untuk mendukung berat badan mereka. Perangkat rehabilitasi yang membuat tikus tegak itu hanya diaktifkan ketika tikus mulai kehilangan keseimbangan.

Selama beberapa minggu pertama setelah pengobatan, Grégoire Courtine, kepala peneliti Swiss Federal Institue of Technology of Laussane, mengatakan bahwa tikus tidak menggerakkan kakinya. Tetapi, setelah tiga minggu tikus itu mengambil satu atau dua langkah dengan dengan bantuan rompi itu, berdiri pada kaki yang melemah.

Pada akhir enam sampai tujuh minggu, tikus itu, kata Courtine, mampu berlari naik turun, mencapai apa yang dsebutnya kesembuhan 100 persen untuk gerakan sukarela.

"Kami benar-benar mengamati reorganisasi koneksi sel-sel saraf yang sangat menakjubkan, karena tidak diprediksi ketika kami memulai eksperimen tersebut," paparnya.

Peneliti menggunakan cokelat sebagai hadiah untuk mendorong tikus berjalan, mendorong apa yang disebut Courtine pelatihan berdasarkan tekad yang menjurus pada plastisitas sel saraf atau kemampuan sistem saraf untuk tumbuh kembali dan beradaptasi di seluruh sistem saraf tikus. Serat saraf meningkat empat kali lipat, tidak hanya di tulang belakang tikus, tetapi juga di seluruh otak. Serat yang baru terbentuk melewatkan cedera tulang belakang, sehingga sinyal dari otak bisa mencapai sel saraf yang sudah aktif kembali.

Tetapi, rompi robot itu akan selalu diperlukan untuk membuat tikus tegak berjalan.

Menurut Courtine, para ilmuwan telah membuktikan potensi besar dalam plastisitas sel saraf, yang sebelumnya dipandang terbatas hanya pada sejumlah kecil pasien cedera otak dan tulang belakang.Tetapi, ia mengingatkan bahwa pendekatan ini mungkin tidak bisa menghasilkan derajad gerakan yang sama pada manusia lumpuh.

"Kami mungkin mampu meningkatkan pemulihan fungsional pada manusia. Tetapi, saat ini masih terlalu dini untuk menyatakan sesuatu," ujarnya lagi.

Artikel Grégoire Courtine dan timnya yang menjelaskan bagaimana mereka membantu tikus lumpuh dapat berjalan lagi dimuat dalam jurnal Science.
XS
SM
MD
LG