Tautan-tautan Akses

Peneliti Australia Cari Terobosan bagi Kanker Kulit yang Mematikan


Warga Sydney, Australia berlari siang hari di dekat Sydney Opera House tanpa mengenakan baju (foto: dok). Pejabat kesehatan Australia tengah mengampanyekan kehati-hatian terhadap sengatan matahari, mengingat banyaknya kasus melanoma di Australia.

Warga Sydney, Australia berlari siang hari di dekat Sydney Opera House tanpa mengenakan baju (foto: dok). Pejabat kesehatan Australia tengah mengampanyekan kehati-hatian terhadap sengatan matahari, mengingat banyaknya kasus melanoma di Australia.

Para peneliti di Australia siap memulai sebuah proyek bernilai jutaan dolar yang mencoba menyingkap rahasia genetik kanker kulit melanoma yang mematikan.

Jumlah penderita jenis kanker kulit melanoma yang mematikan ini telah meningkat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kasus melanoma lebih banyak ditemukan di Australia dibandingkan dengan kasus serupa di tempat lain di dunia. Setiap tahunnya, ada 10.000 kasus baru dan 1.200 kematian.

Para peneliti di Institut Melanoma Australia sedang mencari obat untuk jenis kanker mematikan itu dengan mencari titik lemah genetikanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi mutasi genetik yang paling berbahaya dan menentukan pasien mana yang paling berisiko terkena penyakit agresif ini.

Salah seorang direktur riset Institut itu, Graham Mann, mengatakan peneliti berencana untuk memetakan profil DNA puluhan ribu jaringan spesimen.

"Kami baru saja memutuskan bahwa kita harus mengakhiri tahap penelitian ini secepat mungkin. Kita harus tahu semua mutasi yang mendorong melanoma sehingga kita bisa melanjutkan pekerjaan untuk menyaring mutasi yang dapat menjadi target, yang penting untuk prognosis. Kita tidak bisa membiarkan tahap ini berlarut-larut selama lima atau sepuluh atau lima belas tahun. Dan sekarang sudah tersedia teknologi untuk melakukan hal itu, yang pada dasarnya adalah teknologi pengurutan genom, sama seperti proyek genom manusia," ujar Graham Mann.

Penelitian genetik selama empat puluh tahun terakhir telah membantu mengembangkan obat generasi baru yang masih dalam tahap uji klinis.

Dr. Georgina Long, seorang ahli onkologi di Melanoma Institute di Sydney, optimis bahwa perawatan ini, yang menarget mutasi genetik, akan mampu memperlambat penyebaran kanker kulit.

"Salah satu yang sangat menarik bagi kami atau satu kelompok obat yang sedang kami teliti adalah inhibitor BRAF, yang merupakan mutasi pada melanoma bukan pada orangnya tetapi pada melanoma yang mereka derita. Dan melihat bagaimana obat yang menarget mutasi itu dapat menghentikan pertumbuhan melanoma dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien," kata dokter Georgina Long.

Saat ini, sel-sel melanoma sangat tidak terduga. Tanpa operasi, sel sel melanoma dapat tumbuh dan membelah diri dengan sangat cepat. Melanoma mempengaruhi lebih banyak kalangan muda Australia dibanding kanker lain.

Berbagai kampanye kesehatan publik menyajikan pesan kuat tentang bahaya paparan radiasi ultraviolet matahari, penyebab utama dari jenis kanker kulit ini. Namun lebih banyak kasus muncul setiap tahun.

Jumlah kasus melanoma meningkat di seluruh dunia, termasuk Eropa, Timur Tengah dan Tiongkok. Sebagian besar kasus ini berhasil diobati dengan operasi. Tapi bagi pasien yang menderita melanoma lebih parah dan agresif seharusnya akan paling merasakan manfaat penelitian genetik yang sedang berlangsung di Australia ini.

XS
SM
MD
LG