Tautan-tautan Akses

Peneliti AS Gunakan Tikus untuk Uji Sistem Imunitas Manusia terhadap AIDS

  • Jessica Berman

Pengembangbiakan tikus percobaan dengan imunitas manusia diharapkan dapat mengarah pada pembuatan vaksin anti-AIDS (foto: Dok).

Pengembangbiakan tikus percobaan dengan imunitas manusia diharapkan dapat mengarah pada pembuatan vaksin anti-AIDS (foto: Dok).

Tim peneliti Amerika mengembangbiakkan tikus percobaan dengan mencangkokkan sistem imunitas manusia bagi upaya pembuatan vaksin pencegah AIDS.

Model tikus baru yang disebut BLT itu diciptakan dengan mencangkokkan beberapa bagian sistem imunitas manusia ke tikus yang tidak memiliki imunitas, di antaranya sel-sel induk dari sumsum tulang belakang, hati dan jaringan Thymus. Thymus adalah kelenjar besar di bawah tenggorokan yang “melatih” sel-sel limfosit T, atau sel-sel T, untuk menyerang mikroba jahat.

Dengan menggunakan tikus-tikus BLT tersebut, peneliti Todd Allen mengatakan, para ilmuwan akan mampu melihat bagaimana sistem kekebalan manusia merespons virus AIDS dan bagaimana patogen itu menghindari penghancuran oleh mekanisme pertahanan alami.

Allen, yang bekerja pada Ragon Institute of Massachusetts General Hospital, MIT dan Universitas Harvard, mengatakan para peneliti berharap dapat mempelajari, misalnya, mengapa sistem imunitas sejumlah orang yang tertular HIV dapat mengendalikan virus itu dengan lebih baik ketimbang orang-orang lainnya.

“Sebagian orang yang disebut pengendali elit mampu mengendalikan HIV dengan sangat baik, hingga ke kadar virus yang sangat rendah. Yang kami tahu adalah mereka memiliki gen-gen menentukan yang menarget bagian virus yang sangat penting,” paparnya.

Sampai belakangan ini, penelitian mengenai HIV terutama dilakukan pada Rhesus Macaque (Macaca mulatta) atau monyet rhesus. Hewan ini dianggap sebagai pengganti yang baik untuk manusia karena mudah ditulari dengan SIV, atau versi HIV pada hewan primata. Tetapi, perbedaan genetika SIV dan HIV serta sistem imunitas manusia dan monyet membuat monyet yang tertular SIV bukan model terbaik untuk mempelajari HIV.

Allen mengatakan model tikus yang baru diciptakan itu secara akurat mencerminkan apa yang terjadi pada manusia yang terinfeksi HIV.

Berkat penelitian primata dan cara virus menyerang sel-sel manusia, Allen mengatakan, para ilmuwan kini banyak tahu mengenai seberapa baik susunan genetika seseorang menentukan respons imunitasnya terhadap HIV, yang mereka harap dapat diteliti lebih jauh pada tikus BLT itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG