Tautan-tautan Akses

Peneliti Amerika Tewas di Tengah Gejolak Protes di Ethiopia


Warga melakukan aksi protes saat berlangsungnya Irreecha, Festival Hari Bersyukur bagi warga Oromo di kota Bishoftu, Oromia, Ethiopia, 2 Oktober 2016 (Foto: dok). Sharon Gray, peneliti pascadoktoral University of California tewas setelah demonstran melempari kendaraannya dengan batu, Selasa (4/10).

Warga melakukan aksi protes saat berlangsungnya Irreecha, Festival Hari Bersyukur bagi warga Oromo di kota Bishoftu, Oromia, Ethiopia, 2 Oktober 2016 (Foto: dok). Sharon Gray, peneliti pascadoktoral University of California tewas setelah demonstran melempari kendaraannya dengan batu, Selasa (4/10).

Kedutaan Besar Amerika di Ethiopia mengukuhkan bahwa seorang warga negara Amerika “diserang oleh batu dan kemudian meninggal akibat luka-lukanya,” tetapi tidak menyebutkan namanya.

Seorang peneliti Amerika tewas di Ethiopia setelah demonstran mulai melemparkan batu ke arah mobil yang ia kendarai, kata para pejabat dari University of California, Davis.

Sharon Gray, peneliti pascadoktoral di jurusan biologi tumbuhan di universitas tersebut. Ia berada di Ethiopia untuk mengikuti pertemuan terkait penelitiannya dan sedang bepergian dengan mobil di luar ibukota negara itu, Addis Ababa, sewaktu ia tewas hari Selasa.

Para pejabat universitas menyatakan peneliti lainnya dari jurusan yang sama yang bepergian bersama Gray di Ethiopia tidak mengalami cedera dalam serangan itu dan kembali ke Amerika.

Kedutaan Besar Amerika di Ethiopia mengukuhkan bahwa seorang warga negara Amerika “diserang oleh batu dan kemudian meninggal akibat luka-lukanya,” tetapi tidak menyebutkan namanya.

Andy Fell, juru bicara universitas itu mengatakan, Gray telah bekerja di University of California, Davis, sejak 2013, dan suaminya juga bekerja di universitas tersebut.

Kekerasan bukan hal asing pada protes-protes politik di Ethiopia, yang sebagian besar digerakkan oleh perasaan antipemerintah. Sedikitnya 55 orang tewas akibat berdesak-desakan pada sebuah acara perayaan keagamaan hari Minggu lalu akibat bentrokan kecil antara pemerintah dan demonstran.

Ratusan orang tewas dalam protes massal antipemerintah sejak November 2015, tetapi Gray adalah orang asing pertama yang tewas di sana. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG