Tautan-tautan Akses

AS

Pendukung Muda Sanders Masa Depan Partai Demokrat?


Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat Bernie Sanders, dalam kampanye di University of Wisconsin-Eau Claire (2/4). (AP/Jim Mone)

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat Bernie Sanders, dalam kampanye di University of Wisconsin-Eau Claire (2/4). (AP/Jim Mone)

Senator Vermont dan kandidat calon presiden dari Partai Demokrat itu telah menarik sejumlah besar anak muda yang progresif dan energik dalam kampanyenya.

Jika orang menghadiri kampanye Bernie Sanders di mana pun, maka orang dapat langsung merasakan bahwa senator Vermont berusia 74 tahun itu sangat disukai anak-anak muda.

Dengan gaya bicaranya yang seperti mengomel, apa adanya dan rambut putih acak-acakan, kandidat calon presiden Partai Demokrat ini menarik kerumunan besar anak-anak muda progresif yang enerjik pada acara-acara kampanyenya.

Mereka datang untuk mendengar Sanders memberi pidato yang sama: Ia mengatakan Perguruan Tinggi harus gratis. Ia menyerukan sistem layanan kesehatan universal dengan pemain tunggal. Ia ingin upah minimum naik dua kali lipat. Ia akan memecah bank-bank besar sehingga skala operasi mereka tidak terlalu besar.

Semua proposal itu merupakan bagian dari apa yang disebut Sanders “revolusi politik”, visi sosialis demokrat yang dalam banyak hal secara mendasar akan menata kembali bagaimana pemerintah federal berhubungan dengan rakyat.

Kampanye Sanders juga sangat berbeda dengan saingannya mantan menteri luar negeri Hillary Clinton baik dalam hal kebijakan maupun pendekatan.

Sanders Mendominasi Suara Anak Muda

Clinton, yang secara umum mengambil pandangan Demokratik yang lebih sentris, memimpin dalam perolehan suara delegasi dan sepertinya akan muncul menjadi calon presiden Partai Demokrat.

Namun tidak perlu menggali data jajak pendapat untuk melihat tren yang jelas: anak-anak muda Demokrat, terutama generasi milenial, lebih memilih Sanders ketimbang Clinton.

Dan perbedaannya jauh.

Para pendukung kandidat capres Partai Demokrat Bernie Sanders dalam kampanye di East Lansing, Michigan (2/3).

Para pendukung kandidat capres Partai Demokrat Bernie Sanders dalam kampanye di East Lansing, Michigan (2/3).

Selama berbulan-bulan dukungan untuk Sanders di kalangan berusia 18-29 tahun di seluruh negeri berkisar pada 70 persen, dibandingkan 30 persen untuk Clinton, menurut data jajak pendapat Reuters.

Dominasinya pada demografi anak muda terlihat juga dalam negara bagian terakhir yang melangsungkan pemilihan pendahuluan, Wisconin, di mana ia menang dengan bantuan 82 persen dari golongan usia 18-29 tahun itu, menurut jajak pendapat setelah pemilihan.

Hasil seperti itu umum terjadi bagi Sanders di sebagian besar negara bagian dalam musim pemilihan pendahuluan ini.

Senator Vermont itu bahkan mendominasi suara muda di negara-negara bagian tempat Clinton menang. Di Florida, misalnya, di mana Clinton menang besar bulan lalu, anak-anak muda Demokrat mendukung Sanders bukannya Clinton dengan margin 64 persen sampai 35 persen.

Sosialisme Demokrat adalah masa depan?

Popularitas Sanders yang menjulang di kalangan muda memunculkan pertanyaan: apakah ide-ide sosialis demokrat mewakili masa depan Partai Demokrat?

Salah satu tokoh politik beraliran kiri paling ternama di Amerika Serikat, Noam Chomsky, menganggap hal itu sangat mungkin. Ia mengatakan kebangkitan Sanders mewakili kembalinya Partai Demokrat ke pertengahan abad 20, yang jauh lebih liberal dibandingkan partai itu saat ini.

"Kampanyenya sejauh ini mengembalikan beberapa keprihatinan dan aspirasi reformis Periode New Deal," ujar Chomsky pada VOA dalam email.

Chomsky, yang mengidentifikasi diri sebagai sosialis libertarian, mengacu kepada program bantuan domestik "New Deal" yang diberlakukan tahun 1930an oleh Presiden Franklin D. Roosevelt.

New Deal, sebagai respon dari Great Depression, memiliki banyak program pemerintah untuk kesejahteraan, termasuk jaminan sosial untuk manula, yang sangat popular di kalangan pemilih lintas spektrum politik.

Masih ada dukungan untuk memperluas program-program semacam itu, menurut Chomsky, namun ia enggan memperkirakan bahwa kebangkitan Sanders berarti akan segera ada sayap sosialis demokrat terorganisir dalam partai itu.

Akankah tren Sosialis Demokrat berlangsung lama?

Yang lainnya berpendapat bahwa banyak dari para pendukung muda Sanders akan menjadi Demokrat yang lebih moderat dan dalam arus utama saat usia mereka bertambah, dan pada akhirnya menolak pandangan "sosialis" pinggiran pada masa muda.

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, melakukan swafoto dengan seorang pendukung di Iowa Wesleyan University di Mount Pleasant, Iowa (29/1).

Kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, melakukan swafoto dengan seorang pendukung di Iowa Wesleyan University di Mount Pleasant, Iowa (29/1).

Namun sebenarnya tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa akan seperti itu kasusnya, menurut John Sides, profesor ilmu politik di George Washington University.

"Sebaliknya, perilaku politik sebagian besar menguat sepanjang hidup," ujar Sides. "Proses menua memperkuat pandangan, bukannya menggerakkannya ke arah ideologi tertentu."

David Sears, yang mempelajari psikologi politik di University of California, Los Angeles, sepakat.

"Ide 'penuaan menghasilkan konservatisme' cukup meluas," ujarnya. "Tapi sata tidak tau apakah ada banyak bukti positif untuk itu."

Sears mengatakan perilaku politik ditentukan sebagian besar oleh popularitas siapa yang menjadi presiden ketika para pemilih mencapai usia akhir remaja dan awal 20an.

Dalam hal ini adalah Barack Obama, yang popularitasnya terus menanjak menjelang berakhirnya masa jabatan pada bulan Januari. Akibatnya, "pendukung Bernie yang muda kemungkinan besar terlihat progresif ketika mereka berusia 50 tahun."

Jadi, akankah kandidat Demokrat 30 tahun dari sekarang akan terlihat seperti Bernie Sanders dan mendukung ide-ide sosialis demokratnya?

Ideologi atau karakter?

Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, dalam kampanye di Wartburg College di Waverly, Iowa (30/1).

Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders, dalam kampanye di Wartburg College di Waverly, Iowa (30/1).

Will Marshall, yang mengepalai Progressive Policy Institute, sebuah lembaga riset yang mewakili pandangan liberal yang lebih sentris, ragu hal itu akan terjadi. Ia melihat bahwa Demokrat muda tertarik pada Sanders untuk alasan non-ideologis.

"Beberapa dari mereka jelas [termotivasi pandangan politik Sanders], tapi saya tidak melihat hal itu menjelaskan margin luar biasa besar yang ia peroleh dari pemilih milenial," ujar Marshall.

"Yang Bernie tawarkan adalah otentisitas, kesederhanaan, prinsip, kejelasan -- hal-hal yang membuat orang-orang yang jauh dari politik tradisional tertarik."

Kesan terpercaya dari Sanders kelihatannya menjadi faktor besar untuk banyak pendukungnya, menurut data jajak pendapat. Dalam jajak pendapat usai pemberian suara hari Selasa di Wisconsin, 82 persen pemilih Demokrat mengatakan Sanders lebih jujur dan dapat dipercaya dibandingkan Clinton. Dan sebagian besar pemilih menempatkan kejujuran dan dapat dipercaya sebagai hal yang paling penting. [hd]

XS
SM
MD
LG