Tautan-tautan Akses

Pendukung Al-Sadr Serukan Diakhirinya Kehadiran Militer AS di Irak


Ulama Syiah anti Amerika, Moqtada Al-Sadr berpidato di hadapan pendukungnya.

Ulama Syiah anti Amerika, Moqtada Al-Sadr berpidato di hadapan pendukungnya.

Ribuan pendukung ulama Syiah radikal, Moqtada al-Sadr turun ke jalan di Baghdad menuntut pasukan AS meninggalkan Irak paling lambat akhir tahun ini.

Ribuan pendukung ulama Irak anti Amerika Moqtada al-Sadr turun ke jalan-jalan di Baghdad, menuntut agar pasukan Amerika meninggalkan negara itu selambat-lambatnya akhir tahun ini.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan anti Amerika. Beberapa diantara mereka menginjak-injak bendera Amerika, Inggris dan Israel yang dilukiskan di atas tanah. Para pendukung al-Sadr yang lain berbaris dalam formasi militer.

Demonstrasi besar-besaran hari Kamis itu terjadi pada saat para pejabat Irak sedang mempertimbangkan mengenai apakah mereka akan meminta Amerika untuk memperpanjang misinya di negara itu.

Sebelumnya bulan ini, Perdana Menteri Nouri al-Maliki menyerukan diadakannya pembicaraan dengan para pemimpin politik untuk membicarakan apakah pemerintahannya akan meminta pasukan Amerika untuk tetap berada di Irak. Bulan April, Maliki mengatakan Irak tidak membutuhkan bantuan untuk menjaga keamanan dalam negeri(internal) tetapi mungkin membutuhkan bantuan dengan keamanan eksternal.

Saat ini, sekitar 45 ribu tentara Amerika masih berada di Irak.

XS
SM
MD
LG