Tautan-tautan Akses

Aktivis Kelas Belajar Oky Ikuti Pelatihan di AS

  • Made Yoni

Oky Setiarso (kanan), pembina Kelas Belajar Oky bagi anak-anak kurang mampu, mengikuti pelatihan di AS. (Foto: Dok)

Oky Setiarso (kanan), pembina Kelas Belajar Oky bagi anak-anak kurang mampu, mengikuti pelatihan di AS. (Foto: Dok)

Oky Setiarso, pemuda Indonesia yang berhasil membina Kelas Belajar Oky (KBO) bagi anak-anak kurang mampu, mendapat kesempatan belajar di Amerika selama satu bulan.

Kegiatan sosial bagi warga dan anak-anak kurang mampu sering dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya membutuhkan kesabaran dan dedikasi tapi juga kepemimpinan. Kegiatan sosial ini bisa berkembang namun tidak jarang mendapat hambatan sumber daya, kemudian kegiatannya terhenti.

Oky Setiarso, seorang pemuda Indonesia yang berhasil membina Kelas Belajar Oky (KBO) bagi anak-anak kurang mampu, di beberapa lokasi di Jakarta, Makassar serta Papua, tahun ini mendapat kesempatan belajar mengenai kepemimpinan dan pengelolaan aktivitas relawan di Amerika. Pengetahuan yang diperoleh di Amerika diharapkan bisa mengembangkan lebih baik lagi kegiatan sosial di masyarakat.

Bersama-sama pemimpin muda dari ASEAN dan negara-negara lainnya, Oky mengikuti Program Kepemimpinan Internasional (IVLP) yang diselenggarakan Departemen Luar Negeri Amerika selama satu bulan dari 6 Januari sampai 6 Februari 2015.

Oky dan peserta program IVLP lainnya bertemu dengan pemimpin lembaga-lembaga di Washington DC dan kota-kota lainnya di Amerika yang memusatkan perhatian pada relawan dan remaja. Ia mengatakan mendapat pengetahuan tentang bagaimana mengelola relawan, anak-anak serta memulai dan mengatur program-program sosial itu.

KBO menurut Oky juga berkembang karena partisipasi relawan, dan menurutnya mengatur waktu relawan dan kegiatan belajar agar memenuhi harapan adalah sebuah tantangan.

KBO yang dibentuk Oky Setiarso sekitar empat tahun lalu di kawasan Gunung Merapi di Yogyakarta , kini membina sekitar enam ratus anak dari tingkat SD hingga SMP, anak-anak tersebut sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu yang tinggal di sekitar lokasi belajar.

Setiap hari Sabtu dan Minggu, kelompok belajar binaannya sekarang tidak hanya mendidik dan mengenalkan masalahkesehatan tapi juga mencakup mata pelajaran dan seni.

XS
SM
MD
LG