Tautan-tautan Akses

Pendiri Forum Liberal Saudi Dipenjara dan Dihukum Cambuk


Para mahasiswa Arab Saudi dalam kelas komputer di King Saudi University di Riyadh. (Foto: Dok)

Para mahasiswa Arab Saudi dalam kelas komputer di King Saudi University di Riyadh. (Foto: Dok)

Dianggap melanggar nilai-nilai Islam dan menyebarkan pandangan liberal, seorang editor laman media sosial di Arab Saudi dipenjara dan dihukum cambuk.

Seorang editor laman media sosial di Arab Saudi dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun dan 600 cambukan karena membuat forum Internet yang dianggap melanggar nilai-nilai Islam dan menyebarkan pandangan liberal, media Saudi melaporkan pada Selasa (30/7).

Raif Badawi, yang membuat laman “Free Saudi Liberals” untuk membahas peran agama di Arab Saudi, telah ditahan sejak Juni 2012 dengan tuduhan kejahatan dunia maya dan ketidakpatuhan pada ayahnya – sebuah pidana di kerajaan konservatif dan sekutu besar AS itu.

Surat kabar Al-Watan mengatakan hakim juga memerintahkan penutupan laman tersebut.

Laman Badawi mencakup artikel-artikel yang kritis terhadap tokoh-tokoh agama senior seperti Grand Mufti, menurut Human Rights Watch.

Lembaga hak asasi manusia itu mengatakan pada Desember bahwa Badawi kemungkinan menghadapi hukuman mati setelah seorang hakim menuduhnya murtad. Namun Al-Watan melaporkan bahwa tuduhan itu kemudian dicabut hakim.

Kemurtadan, atau pindah keyakinan atau agama, menghadapi hukuman mati di Arab Saudi, termasuk pidana lainnya seperti penghujatan terhadap agama.

Istri Badawi menyangkal suaminya menyatakan bertobat di depan hakim pada sidang Senin di kota Laut Merah, Jeddah.

“Hakim bertanya pada Raif ‘Apakah kamu Muslim?’ dan ia berkata ‘Ya, dan saya tidak menerima seorang pun meragukan keyakinan saya’,” tulisnya di Twitter.
Negara eksportir minyak teratas di dunia itu mengikuti alirah Wahhabi yang ketat dan menjalankan hukum syariah Islam.

Hakim mendasarkan keputusan mereka pada interpretasi hukum agama, bukannya perundangan atau preseden yang ada.

Raja Abdullah, pemimpin Arab Saudi, telah mendesakkan reformasi sistem hukum, termasuk meningkatkan pelatihan bagi para hakim dan pengenalan preseden untuk memberikan standar bagi vonis dan membuat pengadilan lebih transparan.

Namun, para pengacara Saudi mengatakan bahwa para konservatif di Kementerian Kehakiman dan lembaga yudisial telah menolak memberlakukan banyak perubahan yang diumumkan pada 2007. (Reuters)
XS
SM
MD
LG