Tautan-tautan Akses

Pencarian Pesawat Malaysia yang Hilang Akan Dipertajam


Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss (kanan) bersama PM Tony Abbott. (Foto: Dok)

Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss (kanan) bersama PM Tony Abbott. (Foto: Dok)

Wakil Perdana Menteri Warren Truss mengatakan pencarian akan dipusatkan “sedikit lebih jauh ke selatan” dalam daerah pencarian sekarang di Samudera Hindia bagian selatan.

Para pejabat Australia mengatakan mereka telah mempertajam daerah pencarian untuk pesawat Malaysia Airlines yang menghilang secara misterius Maret lalu.

Wakil Perdana Menteri Warren Truss mengatakan Kamis (28/8) pihak berwenang akan memusatkan perhatian “sedikit lebih jauh ke selatan” dalam daerah pencarian sekarang di Samudera Hindia bagian selatan.

Truss mengatakan penentuan itu dicapai setelah analisa lebih jauh usaha yang gagal untuk menghubungi Boeing 777. Ia mengatakan informasi baru itu memberi indikasi pesawat itu mungkin telah belok ke selatan lebih awal daripada yang diduga sebelumnya.

Pengumuman itu dikeluarkan sementara pejabat Australia dan Malaysia menandatangani nota kesepahaman mengenai kerjasama dalam tahap berikut pencarian itu. Menurut persetujuan itu, biaya pencarian akan dibagi sama oleh kedua negara.

Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lai penyelidikan mengenai bagaimana sebuah pesawat penumpang dapat jatuh di Samudera Hindia, jauh menyimpang dari arah semula tidak dapat dilakukan lebih jauh sampai bangkai pesawat dan kotak hitamnya ditemukan.

Ia menambahkan para penyelidik telah menyarankan bahwa keberhasilan pencarian di bawah laut sangat penting untuk mengungkapkan misteri bencana itu. Pesawat tersebut diyakini telah jatuh 1.800 kilometer di lepas pantai barat Australia.

Bulan depan, pihak berwenang akan memulai pencarian besar-besaran di dasar laut seluas 60 ribu kilometer persegi di Samudera Hindia.

Pesawat penumpang itu menghilang 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya, pada waktu penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

XS
SM
MD
LG