Tautan-tautan Akses

AS

Penasihat Trump: Hanya Kriminal yang Perlu Takut Dideportasi


Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa menentang rencana kebijakan imigrasi Presiden terpilih Donald Trump, dalam aksi protes di New York (13/11).

Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa menentang rencana kebijakan imigrasi Presiden terpilih Donald Trump, dalam aksi protes di New York (13/11).

Sikap tegas presiden terpilih Donald Trump dalam isu imigrasi dan rencananya melakukan pendataan warga Muslim memicu kekhawatiran para imigran dan juga penolakan terhadap apa yang dinilai banyak warga Amerika sebagai “mengobarkan kebencian ras”.

Sejak kemenangannya dalam pemilu lalu, Donald Trump telah berupaya meredam kekhawatiran itu dengan mengatakan hanya imigran ilegal yang punya catatan kriminal yang akan dideportasi. Jumlahnya diperkirakan mencapai tiga juta orang.

Prihatin atas serangan-serangan teroris di Eropa tahun lalu, Trump menuntut larangan menyeluruh terhadap warga Muslim yang masuk ke Amerika. Ia juga menuntut pengawasan yang lebih ketat bagi mereka yang sudah berada di Amerika.

Seorang anggota Dewan Penasihat Hispanik dalam tim Donald Trump – Luis Quinones – mengatakan kepada VOA, imigran yang berada di Amerika secara legal – baik warga Muslim atau bukan – tidak perlu merasa khawatir.

“Kami hanya akan menarget warga Muslim ekstrim yang tidak bersikap sesuai agama sesungguhnya atau tidak memberi solusi damai. Siapa pun yang ingin mengganggu, mereka tidak dikehendaki disini, mereka tidak disambut dan kami akan memburu mereka. Siapa pun yang datang ke Amerika untuk menjadi bagian integral masyarakat kita dan menyumbang pada masyarakat kita, tidak perlu khawatir, atau takut dideportasi. Kami tidak akan menarget mereka, kami tidak akan memantau mereka berdasarkan profil tertentu,” kata Quinones.

Quinones juga mengatakan tidak akan ada deportasi pekerja ilegal secara besar-besaran.

“Satu-satunya pihak yang perlu khawatir saat ini adalah para penjahat. Ya, mereka akan dideportasi. Jumlahnya cukup besar, sekitar tiga juta orang. Mereka akan dideportasi. Kami juga akan mendeportasi orang yang datang dengan menggunakan visa turis dan terus berada di Amerika walaupun visanya sudah habis. Kami ingin mereka datang dan menikmati Amerika, menikmati seluruh tempat-tempat indah yang kami punyai. Tetapi jika orang menyalahgunakan visa turis untuk tinggal di sini secara permanen, kami tidak akan memperbolehkan hal ini,” tambahnya.

Pemerintah Trump berencana melacak para penjahat dan memastikan agar setelah dideportasi, mereka tidak lagi bisa masuk ke Amerika.

“Tanggal 21 Januari nanti, kami akan memeriksa arsip data untuk mengetahui para penjahat ini, di mana mereka tinggal. Kami juga akan mempekerjakan 7.500 agen patroli perbatasan yang baru yang akan bekerja di dalam wilayah Amerika. Jadi begitu kami mengidentifikasi orang-orang ini, kami akan mulai memburu mereka sampai dapat, dan mendeportasi mereka. Jika mereka mengabaikan peraturan dan pesan bahwa “mereka tidak diinginkan di Amerika mereka akan dipenjara”.

Para pejabat di beberapa kota besar Amerika mengatakan kota-kota mereka masih akan terus melindungi para imigran ilegal. Tapi Quinones mengatakan mereka yang melanggar aturan akan dituntut secara kriminal dan kota-kota itu mungkin akan kehilangan bantual federal yang dianggarkan untuk proyek-proyek penting. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG