Tautan-tautan Akses

Penasihat Gedung Putih Temui Presiden Sri Lanka


Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa

Sri Lanka menghadapi tuntutan internasional untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran HAM pada masa perang dengan pemberontak Tamil.

Dua penasihat senior kebijakan luar negeri Amerika bertemu dengan presiden Sri Lanka hari Selasa, selagi negara pulau itu menghadapi tuntutan internasional untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran HAM pada akhir perang saudara di negara itu.

Samantha Power, asisten khusus urusan multilateral dan HAM, dan David Pressman, direktur dewan keamanan nasional untuk kejahatan perang dan kekejaman, bertemu dengan Mahinda Rajapaksa di Kolombo dalam kunjungan lima hari di Sri Lanka.

Para pejabat Gedung Putih mengatakan kunjungan itu untuk meneruskan dialog mengenai pembaruan ekonomi Sri Lanka dan rekonsiliasi bagi perdamaian dan kemakmuran lebih besar.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan sebuah panel rekonsiliasi Sri Lanka yang menyelidiki tuduhan kejahatan perang harus independen, kompeten, dan tidak memihak.

Presiden Rajapaksa sejauh ini telah menolak tuntutan kelompok-kelompok HAM agar dilakukan penyelidikan PBB terhadap tuduhan pelanggaran HAM dalam tahap akhir perang 25 tahun negara itu melawan pemberontak Macan Tamil.

XS
SM
MD
LG