Tautan-tautan Akses

Penangkapan Gembong Narkoba Meksiko Tidak Ganggu Kerja Kartel


Joaquin "El Chapo" Guzman, pemimpin kartel narkoba Sinaloa, saat digiring oleh marinir Meksiko menuju helikopter di Mexico City, Sabtu (22/2). (AP /Marco Ugarte)

Joaquin "El Chapo" Guzman, pemimpin kartel narkoba Sinaloa, saat digiring oleh marinir Meksiko menuju helikopter di Mexico City, Sabtu (22/2). (AP /Marco Ugarte)

Meski nasib jangka panjang kartel Sinaloa belum jelas, semua pihak sepakat bahwa narkoba akan terus mengalir, bahkan dengan diberantasnya kartel-kartel Meksiko lainnya.

Seperti perusahaan Fortune 500 yang kehilangan kepala eksekutifnya, kartel Sinaloa yang berkuasa sepertinya masih dapat menjalankan bisnisnya paling tidak dalam jangka pendek, menjual miliaran dolar narkoba ilegal meski pemimpinnya yang legendaris, Joaquin "El Chapo" Guzman telah ditangkap.

Namun nasib jangka panjang jaringan kriminal yang mirip korporasi internasional itu tidak jelas, karena pihak berwenang mengejar pemimpin-pemimpin lainnya dan pesaing yang lebih lemah ingin mengambil alih.

Penahanan Guzman pada Sabtu (23/2) tidak diragukan lagi merupakan pukulan keras, menyusul penangkapan lebih dari selusin letnan kunci dan operator tingkat lebih rendah pada beberapa bulan terakhir.

Namun kartel itu masih memiliki jaringan distribusi global dan merupakan pemasok utama kokain untuk Amerika Serikat. Operasi tidak menyentuh kekuatan politik besar kartel tersebut, yang dibina lewat penyuapan pejabat-pejabat korup, atau operasi-operasi pencucian uang yang subur.

"Sepanjang struktur-struktur lain tetap ada, semua hal tetap sama, Sinaloa akan dapat terus beroperasi bahkan secara normal, setidaknya sebagai organisasi kriminal paling berkuasa di Meksiko," ujar David Shirk, direktur Proyek Keadilan di Meksiko dari University of San Diego.

Guzman, yang masuk dalam daftar miliarder dan orang paling berkuasa versi majalah Forbes, merupakan yang pertama diantara mitra-mitra sejajarnya Ismael "El Mayo" Zambada dan Juan Jose Esparragoza, dikenal sebagai "El Azul," keduanya masih jadi buronan.

Guzman bekerja secara erat dengan Zambada. Guillermo Valdes, mantan kepala badan intelijen nasional Meksiko, menjual kokain, mariyuana, heroin dan metamfetamin di sekitar 54 negara.

Pada Senin, pejabat senior badan pemberantasan narkoba AS, DEA, mengatakan bahwa data intelijen menunjukkan bahwa Zambada sepertinya akan menjadi pemimpin kartel Sinaloa berikutnya.

Pejabat itu mengatakan DEA tidak melihat absennya Guzman akan langsung berimbas pada operasi-operasi kartel karena kelompok itu telah berevolusi dari sebuah geng menjadi organisasi global.

Dalam operasi pemberantasan kartel-kartel besar sebelumnya, pemerintah Meksiko harus menghantam lebih dari satu pemimpin sebelum organisasi-organisasi tersebut bubar atau terpecah menjadi geng-geng lebih kecil.

Beberapa memperkirakan Sinaloa akan mengalami nasib yang sama.

Anggota DPR AS Michael McCaul, yang mengepalai Komite Keamanan Dalam Negeri, memperkirakan akan ada lebih banyak penahanan karena pihak berwenang menembus sistem komunikasi kartel dalam menangkap Guzman.

"Kemampuan kami untuk memecahkan kode mereka tidak baik untuk masa depan mereka," ujarnya, membandingkan penangkapan Guzman dengan pembunuhan Pablo Escobar dari kartel Medellin di Kolombia pada 1993.

Kartel Medellin suatu ketika merupakan organisasi kriminal yang kuat. Kejatuhannya membuka jalan bagi pertumbuhan kartel-kartel lain seperti Sinaloa. Ketika Escobar jatuh, "kartel-kartel mulai berjatuhan."

Kekerasan

Beberapa pihak khawatir penangkapan Guzman dapat memicu lebih banyak kekerasan, meskipun tidak ada kartel Meksiko yang sepertinya cukup kuat pada saat ini untuk melakukan permainan besar.

Rival utama Sinaloa, Zetas, telah dilemahkan, dan kelompok-kelompok lain terlalu lokal untuk menyamai jangkauan internasional Guzman.

Risiko lebih besar adalah perpecahan kartel karena kelompok-kelompok internal bersaing mendapatkan bagian, meski sebagian besar pihak melihat akan ada transisi kekuasaan yang mulus.

"Hal ini dapat berarti distribusi wilayah baru di negara ini," ujar Javier Valdez, pendiri surat kabar Riodoce di Culiacan dan penulis buku "With a Grenade in the Mouth," tentang korban-korban perang narkoba.

Sejak Guzman melarikan diri dari penjara Meksiko pada 2001, ia mengembangkan kartelnya menjadi salah satu yang terbesar di dunia, dengan tentakel memanjang dari Argentina sampai Australia. Tidak ada di luar kepemimpinan kartel yang mengetahui sejauh mana kekuatan atau bisnisnya, namun diperkirakan Sinaloa mengelola 25 sampai 45 persen dari semua narkoba yang masuk ke Amerika Serikat, dengan pendapatan sekitar US$3 miliar per tahun. Tahun lalu, Forbes menamakan Guzman orang paling berkuasa ke-67 di dunia, antara Ketua DPR AS John Boehner dan Editor Eksekutif Harian The New York Times Jill Abramson.

Meski nasib jangka panjang Sinaloa belum jelas, semua orang sepakat bahwa narkoba akan terus mengalir, bahkan dengan diberantasnya kartel-kartel Meksiko lainnya.

"Dalam penjualan narkoba, sepanjang ada permintaan, selalu ada pasokan," ujar Valdes. "Seperti energi, tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Hanya berubah bentuk."
XS
SM
MD
LG