Tautan-tautan Akses

AS

Penampakan Badut-badut Menakutkan Anak-anak Terjadi di AS


Badut "Ronald McDonald" melambai kepada pengunjung pada parade hari Thanksgiving di New York (foto: ilustrasi).

Badut "Ronald McDonald" melambai kepada pengunjung pada parade hari Thanksgiving di New York (foto: ilustrasi).

Penampakan badut senantiasa menimbulkan rasa takut yang tidak beralasan pada sebagian orang.

Salahkan penulis Stephen King dan mahluk mengerikan ciptaannya ‘Pennywise’ yang bersembunyi di gorong-gorong selokan. Atau salahkan pembunuh berantai John Wayne Gacy yang menggambar seorang badut bernama Pogo.

Apapun alasannya badut senantiasa menimbulkan rasa takut yang tidak beralasan pada sebagian orang. Psikolog menyebut hal ini sebagai “coulrophobia” atau rasa takut pada badut. Dan apapun alasannya, menjelang Halloween tahun ini ada sejumlah penampakan badut yang menakutkan di jalan-jalan dan situs-situs internet.

Dalam dunia yang sempurna, badut dan pelawak menertawakan kekonyolan dalam hidup ini. Sebagaimana yang terjadi di Meksiko City, di mana badut digunakan untuk mencapai perdamaian dengan tertawa.

“Kami akan tertawa selama 15 menit demi perdamaian, perdamaian di Meksiko, di Amerika Tengah, dan di banyak tempat lain di dunia. Badut membuat orang tertawa di tempat-tempat dimana terjadi konflik, dan kami berada di sana,” kata Jaime Clemente Segovia.

Tetapi di Amerika kini terjadi ledakan penampakan badut yang menakutkan, seperti dua badut yang berjalan-jalan di Illinois sambil menunjukkan berbagai lelucon. Dan hal ini menjadi masalah ketika polisi di seluruh Amerika terpaksa mengatasi banyaknya laporan penampakan badut-badut ini.

Badut dimaksudkan untuk membuat kelucuan, tetapi tidak ada yang lucu jika hal itu digunakan untuk menakut-nakuti anak-anak.

Tidak diragukan bahwa fenomena ini dipicu oleh berita di internet, karena siapa pun yang mengenakan topeng kadang-kadang bisa menakutkan. Tetapi bagi orang seperti Justin Kenlon yang suka berperan sebagai si badut “Stretcho”, hal ini patut disayangkan.

"Pastikan bahwa orang memang masih memiliki citra positif tentang badut. Saya kira penting bagi anak-anak dan orang dewasa supaya tetap suka badut dan tidak takut padanya,” ujar Stretcho.

Tetapi tahun ini badut-badut yang menyenangkan sangat sedikit, dan ancaman serta kelakar telah membuat beberapa sekolah terpaksa ditutup. Polisi menilai hal ini sudah keterlaluan.

Kepala polisi James Berlin mengatakan hal ini bisa memicu aksi kekerasan. Seseorang bisa saja cedera karena permainan badut ini. Dan ini harus dihentikan sekarang juga. [em/ii]

XS
SM
MD
LG