Tautan-tautan Akses

AS

Pemuka Agama Imbau Partai-Partai Tak Bersikap Anti-Muslim


Warga muda Muslim AS melakukan protes acara kampanye Donald Trump di Wichita, Kansas (5/3) lalu. Kandidat Capres Partai Republik Donald Trump menyerukan Muslim dilarang masuk ke Amerika.

Warga muda Muslim AS melakukan protes acara kampanye Donald Trump di Wichita, Kansas (5/3) lalu. Kandidat Capres Partai Republik Donald Trump menyerukan Muslim dilarang masuk ke Amerika.

Para pemuka agama mendesak dua partai utama di AS, Republik dan Demokrat, agar menambahkan penolakan anti-Muslim ke dalam program kerja partai.

Para pemuka agama, yang mewakili berbagai agama, berkumpul hari Kamis (14/4) dalam jumpa pers untuk mendesak dua partai utama di Amerika, Republik dan Demokrat, menambahkan penolakan anti-Muslim ke dalam program kerja partai mereka.

Dalam jumpa pers, yang diadakan payung organisasi Islam di Amerika dan Kanada, Islamic Society of North America (ISNA), di Washington, para pemuka agama mengatakan telah mengirim surat resmi ke kedua partai, meminta mereka melawan semua diskriminasi dan sikap anti-Muslim dengan menambahkan bahasa "yang tegas" dalam program kerja partai dalam konvensi memilih calon presiden nanti.

Inisiatif itu bagian dari Shoulder-to-Shoulder, koalisi lebih dari 32 kelompok agama yang menentang kebencian.

Masa pemilihan ini diisi komentar kontroversial yang diarahkan kepada Muslim. Kandidat terdepan Partai Republik Donald Trump menyerukan Muslim dilarang masuk ke Amerika. Trump juga mengatakan akan mempertimbangkan menutup sebagian masjid di Amerika.

Pemuka agama juga menegaskan sikap mereka menentang terorisme. [ka/al]

XS
SM
MD
LG