Tautan-tautan Akses

Gedung Bioskop di Albuquerque, New Mexico yang Unik dan Menyeramkan


Gedung bioskop 'Kimo Theater' di kota Albuquerque, negara bagian New Mexico yang dibangun dengan sangat unik (foto: dok).

Gedung bioskop 'Kimo Theater' di kota Albuquerque, negara bagian New Mexico yang dibangun dengan sangat unik (foto: dok).

Bioskop kuno dan megah di Albuquerque, New Mexico, sangat tidak biasa karena menimbulkan rasa takut, bukan karena film yang ditonton.

Di banyak kota Amerika, orang bisa menemukan gedung-gedung bioskop indah yang dipugar mulai dari zaman keemasan Motion Pictures pada dekade 1920-an dan 1930-an. Banyak yang membanggakan dekorasi klasiknya lengkap dengan lampu kristal, tirai beludru, patung-patung, dan ukiran dinding berbentuk daun.

Ada bioskop megah yang telah dipugar di Albuquerque, New Mexico, tetapi tampak sangat berbeda, sangat tidak biasa, sehingga di seluruh New Mexico banyak orang berbagi pengalaman tentang rasa takut mereka di sana, bukan karena film yang ditonton.

Pada awal dekade 1900-an pengusaha setempat bernama Oreste Bacheci menjadi kaya lantaran menjual minuman keras, sebagian kepada para bintang film yang kereta apinya berhenti untuk mengisi bahan bakar di luar Albuquerque. Ia jatuh cinta pada film dan memutuskan membangun gedung bioskop pertama di kota itu.

Tetapi, ia ingin sesuatu yang berbeda; sesuatu yang menggambarkan pengaruh unik budaya pribumi warga Amerika, New Mexico. Jadi, ia membangun gedung bioskop penuh dengan karpet-karpet Indian. Lampu berbentuk gendang perang, dan dinding yang dihiasi dengan jenis burung bernama thunderbird dan swastika yang terbalik, lambang warga Indian untuk kebahagiaan, hidup dan kebebasan.

Balkon di gedung bioskop 'Kimo Theater' yang penuh dengan ornamen-ornamen menyeramkan (foto: Wikipedia).

Balkon di gedung bioskop 'Kimo Theater' yang penuh dengan ornamen-ornamen menyeramkan (foto: Wikipedia).

Tetapi, ada hal lain yang kemudian membuat takut, khususnya pengunjung muda. Oreste Bacheci menghiasi dinding dengan tengkorak lembu, yang lubang matanya bersinar merah menakutkan sewaktu lampu auditorium itu padam.

Bachechi menyebut gedung bioskopnya “KiMo” yang dalam bahasa Tiwa secara luas digambarkan sebagai “Raja Diraja”.

Seperti gedung-gedung bioskop Amerika, pendapatan KiMO menurun dengan kehadiran televisi. Pemiliknya bahkan sempat memutar film-film porno selama beberapa waktu. Tetapi, gedung bioskop itu ditutup tahun 1968 dan tetap ditutup selama 15 tahun sampai gerakan penggalangan dana untuk memugar kembali kemegahan bioskop itu. Kini KiMo memutar film-film klasik dan menawarkan panggungnya bagi kelompok-kelompok teater dan musik, dan tengkorak-tengkorak itu kembali bersinar menyeramkan.
XS
SM
MD
LG