Tautan-tautan Akses

Pemkot Surabaya Lakukan Pendataan Terkait Warga yang Tertahan di Turki

  • Petrus Riski

Camat Semampir Siti Hindun dan Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menunjukkan data warga Surabaya yang berangkat ke Turki (Foto: VOA/Petrus)

Camat Semampir Siti Hindun dan Kepala Dispenduk Capil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menunjukkan data warga Surabaya yang berangkat ke Turki (Foto: VOA/Petrus)

Pemerintah Kota Surabaya memastikan delapan warganya yang berada di Turki. Selain itu satu nama yang sebelumnya diduga warga Surabaya, merupakan warga Surakarta dengan nama yang mirip.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, memastikan hanya delapan orang warga Surabaya yang dilaporkan berada di Turki.

Suharto Wardoyo memastikan pihak Pemerintah Kota masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak berwenang mengenai kondisi dan keberadaan warga Surabaya di Turki.

“Untuk penduduk Surabaya, Utsman Mustofa Madhamy itu warga Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir, kemudaian Salim Muhamad Attami warga Kelurahan Nyamplungan Kecamatan Pabean Cantikan," kata Suharto Wardoyo.

"Terus satu keluarga itu enam orang, itu warga Keluragan Ploso Kecamatan Tambaksari, yaitu Jusman Ary Sandy, Ulis Isturi, Humaira Hafshah,Uraina Afra, Aura Kordova dan Dayan Akhtar. Ya kita koordinasi lah, Pemerintah Kota Surabaya menunggu koordinasi dengan Kantor Imigrasi, pihak Kepolisian, seperti itu,” lanjut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu terkait pemberitaan di media massa yang menyebut ada seorang lagi warga Surabaya yang ke Turki, Suharto Wardoyo menyatakan bahwa itu bukan warga Surabaya, melainkan warga Surakarta yang memiliki kemiripan nama.

“Jadi kita pengecekan data kesana (rumah), mereka tidak tinggal di Surabaya, kemungkinan mereka berangkat ke Turki. Sedangkan atas nama Soraya Chalid itu ada di Surabaya, jadi mereka tidak termasuk dalam apa yang berangkat ke Turki. Jadi ada kesamaan nama, kalau yang Suraiyah Cholid warga Surakarta satu keluarga itu berangkat ke Turki,” imbuhnya.

Camat Semampir, Siti Hindun menegaskan, hingga kini pihaknya bersama petugas keamanan sedang melakukan yustisi kartu tanda penduduk, untuk mendata serta mengantisipasi warganya yang akan berangkat ke Turki.

Hindun mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, sekaligus penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya laten ISIS bagi bangsa Indonesia.

“Kita sudah melakukan yustisi KTP (kartu tanda penduduk) secara terus menerus bekerjasama dengan Satpol PP Kota (Surabaya), dan Muspika setempat baik itu dari Koramil maupun Polsek,” kata Siti Hindun.

Wilayah Kecamatan Semampir di bagian utara Surabaya merupakan kawasan padat penduduk dengan jumlah pendatang yang cukup banyak, sesuai data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kota Surabaya.

Camat Semampir, Siti Hindun mengatakan, selain pengecekan dan pendataan terhadap warga di wilayahnya, warga pendatang diwajibkan mengurus surat tinggal sementara atau surat pindah bagi yang lama bertempat tinggal di tempat yang baru.

“Walau pun pendatang banyak, kita tetap mengakomodir secara keseleuruhan, kan ada data semua yang masuk komputerisasi, secara keseluruhan ini penduduk pendatang. Pendatang itu mereka yang belum pindah, itu kan ada surat keterangannya, kita buatkan (keterangan) tinggal sementara, selama berlakunya kurang lebih satu tahun, setelah itu baru mereka menentukan kembali ke daerahnya masing-masing atau tetap tinggal di Surabaya. Kalau tinggal di Surabaya berarti mereka harus mengurus surat pindah,” jelas Siti Hindun.

XS
SM
MD
LG