Tautan-tautan Akses

Pemkot Surabaya Ubah Lokalisasi Jadi Rumah Kreatif

  • Petrus Riski

Warga anggota kelompok wirausaha Rumah Kreatif Kembang Melati di Surabaya memperlihatkan hasil kerjanya. (VOA/Petrus Riski)

Warga anggota kelompok wirausaha Rumah Kreatif Kembang Melati di Surabaya memperlihatkan hasil kerjanya. (VOA/Petrus Riski)

Pemerintah kota Surabaya mengubah tempat lokalisasi menjadi tempat berwirausaha bagi warga dan mantan pekerja seks

Kampung Dupak Bangunsari yang sebelumnya merupakan kawasan lokalisasi kembali bergeliat, setelah sebelumnya menjadi kampung sepi pasca penutupan lokalisasi itu oleh Walikota Surabaya.

Warga bersama pengurus kampung mendirikan rumah kreatif, yang menjadi tempat berlatih dan berwirausaha, untuk memberdayakan warga setempat maupun mantan pekerja seks yang sudah beralih profesi.

Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Dupak, Arief An mengatakan, keberadaan Rumah Kreatif ini merupakan bukti alih fungsi lokalisasi menjadi kawasan ekonomi kreatif yang disambut positif oleh warga masyarakat maupun mantan pekerja seks.

“Ini merupakan ide awal dari kegelisahan teman-teman LKMK, pak RW (Rukun Warga), pak RT (Rukun Tetangga), tentang bagaimana kemudian kampung yang dulu ramai dengan lokalisasi itu, kemudian sekarang sepi,” ujarnya pada akhir pekan lalu.

“Maka kemudian kita bentuk rumah ekonomi kreatif Kembang Melati, yang memberikan pelatihan, kemudian produksi, mulai dari keset, kemudian kerajinan yang lain, yang itu bahan dasarnya memang dari penjahitan itu.”

Pemerintah kota Surabaya berharap penutupan lokalisasi di berbagai tempat juga diikuti pendirian pusat-pusat ekonomi kreatif warga. Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, rumah kreatif ini merupakan wujud nyata bahwa praktek prostitusi dapat diganti menjadi usaha yang lebih positif.

“Ya minimal mereka ada tempat, yang paling penting disini itu rasa untuk, rasa kebersamaan. Dengan mereka bersama-sama di satu ruang, maka itu akan saling membantu, menyemangati,” ujarnya.

Warga Dupak Bangunsari yang bernama Ani mengatakan warga ingin lebih maju dan ada peningkatan ekonomi.

“Kami ingin lebih ada peningkatan lagi dan bisa mengajak teman-teman, warga sini terutama ya, untuk bisa berdikari sendiri supaya dapat penghasilan juga, biar tidak banyak pengangguran,” ujarnya.

Tri berharap pembukaan rumah ekonomi kreatif seperti ini dapat diikuti tampat prostitusi lainnya, yang akan segera ditutup hingga akhir 2013.

“Kita terus seperti itu, kita lakukan seperti itu, dan kita banyak berhasil kok ibu-ibu yang melakukan usaha seperti ini. Sudah ada buktinya, saya bukan mbujuki (membohongi) gitu loh, maksudnya sudah ada buktinya,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG