Tautan-tautan Akses

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Masalah Lalu Lintas

  • Petrus Riski

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menunjukkan titik-titik rawan kepadatan lalu lintas di kota Surabaya serta alternatif pembangunan jalan baru. (VOA/Petrus Riski)

Walikota Surabaya Tri Rismaharini menunjukkan titik-titik rawan kepadatan lalu lintas di kota Surabaya serta alternatif pembangunan jalan baru. (VOA/Petrus Riski)

Pemerintah Kota Surabaya mengupayakan mengurai kepadatan lalu lintas dengan menambah jalan baru, serta merekayasa lalu lintas agar tidak semakin padat seperti Jakarta.

Pemerintah kota Surabaya akan segera membangun sistem transportasi beserta infrastruktur jalan baru, sebagai solusi mengatasi serta mengantisipasi ancaman kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Dwijaya Wardhana mengatakan, akses jalan baru berupa perlintasan tidak sebidang akan dibangun sebagai dukungan terhadap pembangunan moda transportasi massal yang menghubungkan wilayah-wilayah di Surabaya.

“Pemerintah kota membangun atau mengembangkan infrastruktur jaringan jalan supaya aksesnya bisa mempermudah hubungan antar satu kawasan dengan yang lain, Utara-Selatan dengan Timur-Barat. Tujuannya simpang tak sebidang itu menghidari terjadinya penyeberangan, supaya percepatan aksesibilitas itu bisa lebih baik," ujarnya.

Penambahan ruas jalan tak sebidang berupa jalan layang dan jalan bawah menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini, diyakini akan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Surabaya, yang semakin mirip kondisi kepadatan lalu lintas di Jakarta.

“Kalau itu jadi, itu sangat turun (kepadatan lalu lintasnya), di tengah itu sangat turun. Karena selama ini, misalkan Waru itu akan turun nanti, karena kemudian dia dari tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) dia langsung masuk ke situ," ujarnya.

Sementara itu, pakar transportasi dari Universitas Kristen Petra Surabaya, Benny Purbantanu mengatakan, mengurai persoalan kepadatan lalu lintas tidak hanya melalui penambahan ruas jalan, melainkan lebih pada kebijakan di bidang transportasi yang tegas serta penyediaan angkutan publik yang memadai.

“Menambah jalan dan menambah moda transportasi itu teoretis, alternatif yang bisa dilakukan, tapi bukan itu serta merta yang harus dilakukan. Angkutan publik itu harus mendapat perhatian. Terus kebijakan pemerintah terhadap pemasaran mobil atau kendaraan pribadi itu juga harus dilakukan secara ketat, sehingga kemudian semuanya bisa berjalan secara simultan.”

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG