Tautan-tautan Akses

Pemimpin Sri Lanka Serukan Persatuan


Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena (Foto: dok).

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena (Foto: dok).

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena menyerukan persatuan nasional dalam pidato perayaan Hari Kemerdekaan negara itu, Rabu (4/2).

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, mengakui, hari Rabu (4/2), bahwa negara itu gagal memulihkan perpecahan antar kelompok etnis sejak berakhirnya perang saudara yang brutal di negara itu.

Kini ia menyerukan persatuan nasional dalam pidato perayaan Hari Kemerdekaan, yang sangat berbeda dibandingkan dengan pidato pendahulunya, Mahinda Rajapaksa, yang umumnya merayakan kemenangan militer negara itu atas pemberontak Macan Tamil, setelah konflik seperempat abad.

Sirisena mengalahkan Rajapaksa, mantan sekutunya, dalam sebuah kemenangan yang mengejutkan bulan lalu. Sejak terpilihnya, Sirisena telah mengumumkan beberapa langkah untuk menggalakkan persatuan, termasuk penyerahan lahan rakyat yang diduduki militer selama perang saudara di bagian utara negeri itu dan pembebasan para tersangka pemberontak yang dipenjara bertahun-tahun tanpa catatan resmi.

Dia juga mengganti seorang mantan pejabat militer sebagai gubernur di propinsi utara dengan tokoh sipil. Sebuah "deklarasi damai" juga dibacakan dalam upacara tersebut, dengan menghormati semua orang yang gugur dalam perang saudara dan berjanji untuk tidak akan membiarkan tragedi itu terulang lagi.

XS
SM
MD
LG