Tautan-tautan Akses

Pemimpin Kudeta Mali Serukan Konvensi Nasional


Pemimpin Kudeta Mali, Amadou Haya Sango (tengah) didampingi Menlu Burkina Faso Djibril Bassole (kiri) memberikan keterangan press di Kati, Mali (1/4). Sanogo mengumumkan akan ada Konvensi Nasional untuk pemilu Mali.

Pemimpin Kudeta Mali, Amadou Haya Sango (tengah) didampingi Menlu Burkina Faso Djibril Bassole (kiri) memberikan keterangan press di Kati, Mali (1/4). Sanogo mengumumkan akan ada Konvensi Nasional untuk pemilu Mali.

Pemimpin kudeta militer Mali menyerukan konvensi nasional hari Kamis, sementara seorang politisi terkemuka menyerukan pembentukan pemerintah transisi enam bulan untuk menyatukan negara itu sebelum pemilu.

Pemimpin penguasa militer itu, Kapten Amadou Sanogo, mengatakan pertemuan para wakil politik dan masyarakat akan menghasilkan konsensus mengenai cara menanggulangi tantangan Mali.

Kepala bagian politik PBB Lynn Pascoe mengatakan keadaan di Mali telah berubah menjadi lebih buruk dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di New York, Selasa (3/4). Dutabesar Amerika untuk PBB, Susan Rice, memberi keterangan kepada wartawan mengenai sidang itu dan mengatakan DK PBB berharap dapat mengeluarkan pernyataan presiden secepat mungkin.

Cheick Traore, pemimpin partai African Convergence for Renewal di Mali mengatakan keinginannya agar Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dapat membantu pembinaan dialog antara kaum sipil dan militer untuk mencari penyelesaian atas krisis itu.

Traore mengecam ECOWAS atas sanksi-sanksi yang dikenakannya hari Senin (2/4), dengan mengatakan sanksi itu tidak akan memberatkan para pemimpin kudeta. Langkah tersebut mencakup penutupan semua perbatasan antara Mali dan negara-negara anggota, dan menghentikan arus uang ke negara itu.

Tentara merebut kekuasaan dari Presiden Amadou Toumani Toure tanggal 22 Maret, dengan menuduhnya gagal memberi tentara cukup sumberdaya untuk menghentikan pemberontak Tuareg di Utara.
XS
SM
MD
LG