Tautan-tautan Akses

Pemimpin Protes Hong Kong Ancam Batal Berunding


Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa prodemokrasi dalam konflik antara pengunjuk rasa anti-Occupy Central dan prodemokrasi di jalan utama di kawasan Mongkok, Hong Kong (3/10).

Polisi menangkap seorang pengunjuk rasa prodemokrasi dalam konflik antara pengunjuk rasa anti-Occupy Central dan prodemokrasi di jalan utama di kawasan Mongkok, Hong Kong (3/10).

Pemimpin protes prodemokrasi di Hong Kong bertekad akan membatalkan pembicaraan dengan pemerintah jika tidak diambil tindakan untuk melindungi para demonstran, sementara suasana kacau terjadi hari Jumat, di lokasi-lokasi protes yang semula damai di kota itu.

Dalam suatu pernyataan bersama hari Jumat, berbagai kelompok protes menyatakan “serangan terorganisir” terhadap para demonstran harus dihentikan.

Hari Kamis, Kepala Eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying mengatakan ia mengutus Kepala Sekretaris Hong Kong Carrie Lam untuk bertemu para mahasiswa yang protes, bagian terbesar dari pengunjuk rasa, dalam upaya menyelesaikan krisis politik.

Polisi Hong Kong terpaksa campur tangan hari Jumat setelah terjadi perkelahian di jalan-jalan antara demonstran prodemokrasi dan penduduk yang frustrasi dan menentang protes yang telah berlangsung seminggu ini.

Perkelahian bermula sewaktu ratusan pendukung pemerintahan Partai Komunis menyerang sebuah tempat protes di kawasan Mong Kok, menghancurkan tenda-tenda dan merobek-robek spanduk.

Polisi membentuk rantai manusia dalam upaya memisahkan kedua kelompok tersebut. Sewaktu upaya tersebut tidak berhasil, lebih banyak lagi polisi dikirim sebagai tambahan bala bantuan. Tidak ada laporan mengenai korban cedera.

XS
SM
MD
LG