Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin Perempuan Hadapi Tantangan, Peluang Serupa di Dunia


Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton bersama ibu negara Michelle Obama dalam kampanye di Winston-Salem, North Carolina (27/10). (AP/Chuck Burton)

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton bersama ibu negara Michelle Obama dalam kampanye di Winston-Salem, North Carolina (27/10). (AP/Chuck Burton)

Para peneliti melihat kesamaan yang mirip antara perempuan-perempuan dalam kekuasaan, meskipun ada perbedaan latar belakang budaya dan politik.

Kemenangan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton bulan depan akan menambah satu lagi nama ke dalam daftar kurang dari 24 kepala negara dan perdana menteri perempuan di dunia.

Namun jumlah perempuan di jabatan-jabatan tinggi -- menteri, gubernur, anggota parlemen dan CEO -- meningkat.

Dan meskipun ada perbedaan latar belakang budaya dan politik di antara para perempuan yang berkuasa ini, ada kesamaan yang mirip di antara mereka, menurut peneliti Susan Madsen, yang mempelajari perkembangan pemimpin perempuan yang menonjol di AS dan negara-negara lain.

"Saya melakukan wawancara yang sangat mendalam dengan beberapa pemimpin perempuan di Eropa Timur dan Tengah, China dan juga Timur Tengah," ujar Madsen, profesor di Utah Valley University di Utah. "Ada kesamaan-kesamaan yang sangat menarik di antara para perempuan ini."

Politik di Meja Makan

Para pemimpin perempuan ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang serupa, menurut Madsen. Banyak di antara mereka didorong oleh orangtua mereka untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat mengenai berbagai isu, baik politik atau di sekolah. Mereka juga didorong untuk mendengarkan orang lain dengan seksama.

Selain itu, banyak dari para pemimpin perempuan yang terkemuka dullunya bermain olahraga tim, yang mengajarkan kekalahan dan sportivitas serta bekerja dengan tim.

Madsen mengatakan pendekatan perempuan dalam memimpin berbeda dengan laki-laki. Secara umum, perempuan lebih kolaboratif dan pendengar serta pengamat yang lebih baik.

"Perempuan membawa isu-isu yang berbeda dibandingkan laki-laki. Isu-isu seperti pendidikan -- tidak hanya di AS -- kesehatan, perawatan anak, keluarga, program sosial dan tunawisma. Perempuan masih mengutarakan isu lain tapi cenderung membawa isu-isu yang betul-betul merepresentasikan masyarakat," ujar Madsen.

Kendala, Kesalahan

Namun ada kendala umum yang menghambat perempuan memainkan peran yang lebih menonjol dalam masyarakat.

"Di negara mana pun, tidak peduli tingkat pendapatan atau budaya -- studi-studi yang berbeda menunjukkan perempuan kurang percaya diri dibandingkan laki-laki. Perempuan juga tidak memiliki aspirasi setinggi laki-laki untuk menjdi pemimpin. Hal itu muncul karena anak-anak perempuan dan perempuan dewasa tidak melihat perempuan sebagai pemimpin. Norma sosial yang berlaku adalah bahwa laki-laki harus menjadi pemimpin lebih dari perempuan, karena hal itu telah berlaku selama bertahun-tahun," ujarnya.

"Perempuan juga lebih perfeksionis. Jika seorang pria punya 50-60 persen pengetahuan dan kemampuan, ia akan maju. Namun perempuan akan melamar pekerjaan atau maju menjadi kandidat lembaga publik jika hampir sempurna, atau 90-100 persen."

Untuk mengubah pandanga, ujar Madsen, masyarakat harus menghapus beberapa kendala yang menghambat pemberdayaan perempuan.

"Kita harus membantu anak-anak perempuan dan perempuan dewasa memahami pentingnya menjadi pemimpin," jelasnya. "Kita harus mengajarkan mereka bahwa mereka bisa menjadi dan harus menjadi pemimpin."

"Kita harus memberikan mereka lebih banyak pengalaman yang akan meningkatkan aspirasi mereka untuk menjadi pemimpin, jadi mereka dapat melihat bahwa mereka dapat memimpin dalam situasi-situasi untuk membantu orang-orang di sekitar mereka. Kita perlu membantu mereka memahami cara berjejaring, dan memberikan mereka peluang mentoring."

Madsen mengatakan perempuan yang telah ada di posisi penguasa memiliki tanggung jawab secara umum: memimpin dan menjadi contoh, untuk menginspirasi generasi berikutnya dari pemimpin perempuan untuk melakukan hal yang sama. [hd]

XS
SM
MD
LG