Tautan-tautan Akses

Pemimpin Pemberontak Sudan Selatan Dievakuasi


Wakil Presiden Pertama Sudan Selatan, Riek Machar (kiri) dan Presiden Salva Kiir (kanan) berjabat tangan saat bertemu untuk pertama kalinya dalam rapat koalisi pemerintahan transisi di ibukota Juba, Sudan Selatan, 29 April 2016 (Foto: dok).

Wakil Presiden Pertama Sudan Selatan, Riek Machar (kiri) dan Presiden Salva Kiir (kanan) berjabat tangan saat bertemu untuk pertama kalinya dalam rapat koalisi pemerintahan transisi di ibukota Juba, Sudan Selatan, 29 April 2016 (Foto: dok).

Pemimpin pemberontak Sudan Selatan dan mantan wakil presiden pertama di Pemerintah Transisi Persatuan Nasional, Riek Machar, akan mengakhiri kebungkamannya hari Kamis (18/8), kata juru bicara gerakan SPLM-IO kepada VOA.

Riek Machar bersembunyi sejak awal Juli setelah bentrokan antara pendukungnya dan pasukan pemerintah di ibukota, Juba.

President Salva Kiir kemudian memecat Machar sebagai wakil presiden pertama dan menggantinya dengan Taban Deng Gai, yang didukung oleh faksi pecahan dari gerakan SPLM-IO yang dipimpin Machar.

Mabior Garang de Mabior, ketua Komite Nasional urusan informasi dan hubungan masyarakat Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan yang Beroposisi (SPLM-IO), mengatakan bahwa Machar telah dievakuasi dengan aman ke negara lain di Afrika Timur dan tidak akan mengadakan konferensi pers.

Ia mengatakan keberadaan Machar tetap dirahasiakan karena “musuh-musuh perdamaian” masih memburu Machar, melacak setiap langkah dan komunikasi telponnya.

Pemerintah telah membantah tuduhan-tuduhan sebelumnya mengenai upaya membunuh Machar.

Mabior menyebut Machar sebagai “wakil presiden pertama yang sah” tetapi tidak menyatakan apakah Machar akan menantang Gai untuk merebut kembali jabatan lamanya itu.

Berbicara kepada wartawan di Nairobi hari Rabu, Gai mengatakan Machar harus meninggalkan kekerasan, membentuk partai politik dan menunggu pemilu tahun 2018. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG