Tautan-tautan Akses

Pemimpin Pemberontak Afrika Tengah Deklarasikan Negara Otonom Muslim


Peta wilayah Republik Afrika Tengah.

Peta wilayah Republik Afrika Tengah.

Noureddine Adam, pemimpin faksi pemberontak Seleka yang menggulingkan Presiden Grancois Bozize pada 2013, mengumumkannya dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (14/12) dari kota Kaba-Bangoro.

Seorang pemimpin pemberontak di Republik Afrika Tengah mendeklarasikan sebuah negara otonom di bagian utara negara itu, mengabaikan lebih lanjut usaha-usaha untuk mengakhiri ketidakstabilan yang diwarnai pertumpahan darah.

Noureddine Adam, pemimpin faksi pemberontak Seleka yang menggulingkan Presiden Grancois Bozize pada 2013, mengumumkan bahwa kawasan yang menjadi kubu pertahanannya negara otonom Republik Logone dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (14/12) dari kota Kaba-Bangoro.

Deklarasi itu bisa merusak hasil referendum yang dilangsungkan Minggu mengenai konstitusi yang diusulkan bagi negara kecil berpenduduk hampir lima juta orang itu. Pemungutan suara di beberapa kawasan terganggu oleh kekerasan sporadis, yang mendorong pasukan penjaga perdamaian PBB untuk turun tangan dan memperkokoh keamanan. Referendum itu merupakan peristiwa penting yang mengawali pemilu nasional yang direncanakan berlangsung tanggal 27 Desember.

Dominique Said Panguindji, juru bicara pemerintah transisi Republik Afrika Tengah, mengeluarkan sebuah pernyataan, Selasa (15/12), yang mendesak masyarakat internasional dan pasukan PBB di negara itu melakukan segala hal yang mungkin untuk melumpuhkan kemampuan teroris dalam melakukan kejahatan.

Pasukan penjaga perdamaian PBB menurunkan bendera negara Republik yang dideklarasikan pemberontak setelah sempat dikibarkan di sebuah kantor polisi di kota N'Dele. [ab]

XS
SM
MD
LG