Tautan-tautan Akses

Pemimpin Pemberontak Afrika Tengah Bekukan Konstitusi


Michel Djotodia (kiri), pemimpin pemberontak Seleka, bersama Presiden terguling François Bozizé (foto dok: 11 Januari 2013).

Michel Djotodia (kiri), pemimpin pemberontak Seleka, bersama Presiden terguling François Bozizé (foto dok: 11 Januari 2013).

Pemimpin pemberontak di Republik Afrika Tengah mengatakan ia menangguhkan konstitusi dan akan memimpin berdasarkan dekrit.

Pengumuman pemimpin pemberontak di Republik Afrika Tengah itu dikeluarkan, menyusul kudeta yang berhasil menggulingkan Presiden François Bozizé yang telah berkuasa selama 10 tahun terakhir.

Michel Djotodia, pemimpin pemberontak Seleka, hari Senin mengumumkan akan membentuk pemerintahan gabungan dan menetapkan pemilu untuk tahun 2016. Pemimpin pemberontak itu juga menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dan mengumumkan bahwa Nicolas Tiangaye akan tetap menjadi perdana menteri.

Dalam wawancara dengan VOA siara bahasa Perancis ke Afrika, Tiangaye mengatakan akan terus bekerja sama dengan Seleka meski konstitusi ditangguhkan. Ia mengatakan sebuah dewan legislatif transisi akan dibentuk dan semua kekuatan politik bisa berpartisipasi dalam pemerintahan yang baru.

Hari Selasa, pasukan pemberontak berpatroli di jalan-jalan Bangui untuk menindak para penjarah setelah sejumlah LSM melaporkan fasilitas mereka dijarah seusai kudeta.
XS
SM
MD
LG