Tautan-tautan Akses

Pemimpin Kudeta di Burkina Faso akan Serahkan Kekuasaan


Pemimpin kudeta di Burkina Faso, Jenderal Gilbert Diendere (foto: dok).

Pemimpin kudeta di Burkina Faso, Jenderal Gilbert Diendere (foto: dok).

Pemimpin kudeta pekan lalu di Burkina Faso meminta maaf kepada negara itu dan berencana menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.

Dalam pernyataan hari Senin (21/9), pemimpin kudeta Jenderal Gilbert Diendere mengatakan akan mengundurkan diri sebagai pemimpin de facto negara itu pada akhir pembicaraan yang dimediasi Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS).

Kelompok regional itu mengadakan KTT darurat hari Selasa di ibukota Nigeria untuk membahas situasi.

Hari Senin, komandan pasukan pengaman presiden yang merebut kekuasaan Rabu lalu, Jenderal Diendere, kepada VOA mengatakan ia ingin menghindari pertumpahan darah.

Jenderal itu menambahkan, mantan presiden Jean-Baptiste Ouedraogo berperan sebagai perantara dalam pembicaraan. Diendere juga mengatakan junta itu mengizinkan pembebasan perdana menteri sementara yang telah berada dalam tahanan rumah sejak kudeta.

Sebelumnya, angkatan bersenjata Burkina Faso mengatakan pasukannya bergerak menuju ibukota, Ouagadougou, untuk melucuti pengaman presiden, yang dikenal sebagai RSP.

Jurubicara Kapten Herve Ye kepada VOA mengatakan, militer menginginkan pengaman presiden itu menyerah dan pindah ke pangkalan dekat alun-alun negara itu, tempat kumpul rakyat, di ibukota.

Wartawan VOA di Ouagadougou, Emilie Iob, mengatakan jalan-jalan ibukota lengang karena tersebar kabar tentara akan datang. [ka/al]

XS
SM
MD
LG