Tautan-tautan Akses

Pemimpin Korut, Kim Jong Il Meninggal pada Usia 69 Tahun


Mendiang Kim Jong-Il (ketiga dari kanan) dan putera bungsunya Kim Jong-un (kiri) menyaksikan parade militer di Pyongyang (9 September 2011).

Mendiang Kim Jong-Il (ketiga dari kanan) dan putera bungsunya Kim Jong-un (kiri) menyaksikan parade militer di Pyongyang (9 September 2011).

Kim Jong Il meninggal pada hari Sabtu, kemungkinan akibat serangan jantung pada saat sedang bepergian dengan kereta api.

Penyiar dengan wajah sedih dan mengenakan pakaian hitam tampil di televisi pemerintah Korea Utara, Senin pagi dan mengumumkan kematian Kim Jong Il.

Penyiar itu mengatakan Kim meninggal Sabtu akibat apa yang digambarkan sebagai “tekanan mental dan fisik yang parah."

Laporan resmi mengatakan pemimpin Korea Utara itu mendapat serangan jantung selagi berada di kereta api ketika sedang mengadakan "peninjauan lapangan." Laporan mengatakan segala upaya telah dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya tapi otopsi hari Minggu, mengkonfirmasi penyebab kematian itu.

Kim diberitakan menderita stroke tahun 2008 dan terlihat lemah pada beberapa photo yang dirilis belakangan ini.

Korea Utara adalah negara komunis dan sejauh ini mempertahankan sistim suksesi turun-temurun. Kim mewarisi kepemimpinan Korea Utara dari ayahnya, Kim Il Sung, yang meninggal tahun 1994. Bulan September 2010, Kim Jong Il menunjuk putra bungsunya Kim Jong Un sebagai penggantinya.

Profesor Zhu Feng dari jurusan Hubungan Internasional Universitas Peking mengatakan kematian Kim mengejutkan. "Korea Utara tidak hanya negara yang gagal, tapi juga negara yang berbahaya karena punya senjata nuklir. Maka kematian mendadak pemimpin mereka Pastinya akan menimbulkan kekhawatiran besar, ketidak pastian dan bahkan ketidak stabilan," ujarnya.

Tidak lama setelah pengumuman kematian Kim, Korea Selatan menempatkan militernya pada “siaga tinggi” dan Presiden Lee Myung-bak memanggil dewan keamanan nasionalnya.

Tiongkok dan Korea Utara sejak lama menggambarkan persahabatan mereka sedekat “bibir dan gigi”. Tapi, Profesor Zhu mengatakan para pemimpin Tiongkok memiliki beragam kesan mengenai Kim Jong Il.

"Pada satu sisi, ia adalah orang kuat yang memerintah negaranya. Tapi di sisi lain, kita juga menyaksikan walaupun perekonomian Korea Utara tenang, prilaku Korea Utara di dunia internasional provokatif," tambah Profesor Zhu.

Zhu mengatakan para pemimpin Tiongkok sangat prihatin dengan ambisi nuklir Kim.

Korea Utara telah mengumumkan pemakaman resmi Kim akan diadakan tanggal 28 Desember. Pewarisnya, Kim Jong Un, telah ditunjuk sebagai ketua komite pemakaman.

XS
SM
MD
LG