Tautan-tautan Akses

Pemimpin Korea Utara Tampil di Publik dengan Tongkat


Seorang pria menonton berita yang menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Seoul, Korea Selatan (14/10). (AP/Lee Jin-man)
Seorang pria menonton berita yang menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Seoul, Korea Selatan (14/10). (AP/Lee Jin-man)

Kim Jong-un tampil kembali dalam kunjungan lapangan, yang telah menjadi bagian dari rutinitas persona publik sebelum ia berhenti muncul dalam laporan media selama 40 hari.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tersenyum lebar dan memakai tongkat, tampil Selasa (14/10) di media pemerintah untuk pertama kalinya dalam hampir enam minggu, mengakhiri ketidakhadiran yang memancing spekulasi global bahwa sesuatu terjadi dengan orang paling berkuasa di negara itu.

Penampilannya kembali dalam kunjungan "petunjuk lapangan", yang telah menjadi bagian dari rutinitas persona publik sebelum ia berhenti muncul dalam laporan media selama 40 hari, memungkinkan alat-alat propaganda masif negara itu untuk melanjutkan apa yang sangat pandai mereka lakukan -- mengagungkan kekuasaan keluarga Kim generasi ketiga. Dan hal itu akan meredam, paling tidak untuk saat ini, kabar burung yang santer mengenai kudeta dan masalah-masalah kesehatan yang serius.

Kim, sambil mengelilingi Distrik Permukiman Ilmuwan Wisong yang baru dibangun dan lembaga baru lainnya di Pyongyang, "mengambil langkah penting dengan perhatian yang penuh kasih sayang," menurut kantor berita resmi KCNA dalam gaya khasnya yang berbunga-bunga. Tidak diketahui kapan kunjungan itu terjadi, dan tidak ada pembahasan mengenai kesehatan pemimpin itu.

Ketidakhadiran Kim di depan publik baru-baru ini, sebagian "barangkali alat penarik perhatian yang telah berhasil," menurut Bruce Cumings, ahli Korea di University of Chicago.

"Korea Utara telah mendapatkan serangan diplomatik di Eropa dan tempat lainnya, merasa terisolasi dan memang terisolasi, jika kita berbicara mengenai hubungan dengan Washington. Semuanya membuat mereka kembali jadi berita halaman depan," ujarnya.

KCNA, serta surat kabar utama negara itu, Rodong Sinmun, memuat beberapa foto Kim yang tersenyum bertopang pada tongkat.

Menghilangnya Kim, yang dipandang oleh banyak warga Korea Utara sebagai mendekati dewa, yang menimbulkan spekulasi global ia menderita kesehatan yang gawat atau masalah politik.

Lim Jae-chun, seorang profesor pengkajian Korea Utara di Universitas Korea mengatakan kepada VOA bahwa Pyongyang mungkin telah merilis foto-foto tersebut sebagai tanggapan atas desas-desus tadi.

Pemimpin Korea Utara itu, yang diyakini berusia 31 tahun, menggantikan ayahnya Kim Jong Il tahun 2011. Ia terakhir kelihatan tanggal 3 September dalam konser kelompok pop kegemarannya, Moranbong Band, kelompok yang terdiri dari lima perempuan muda, dan semuanya pilihan Kim.

Ia kemudian tidak hadir dalam upacara politik yang terkenal, termasuk rapat parlemen negara itu bulan September dan ulang-tahun Partai Pekerja Korea yang berkuasa Jumat lalu. (AP)

XS
SM
MD
LG