Tautan-tautan Akses

Pemimpin Katolik Zambia Peringatkan Kekerasan Jelang Pemilu


Petugas pemilu mengamankan kartu suara pilpres di Lusaka, Zambia, setelah pilpres 21/1 lalu (foto; dok).

Petugas pemilu mengamankan kartu suara pilpres di Lusaka, Zambia, setelah pilpres 21/1 lalu (foto; dok).

Konferensi Uskup Katolik Zambia mengungkapkan keprihatinannya dengan kekerasan antarpartai menjelang pemilihan umum pada 11 Agustus mendatang.

Konferensi Uskup Katolik Zambia memperingatkan warga Zambia agar jangan meremehkan perdamaian yang terselenggara di sana, setelah mengungkapkan keprihatinannya dengan kekerasan antarpartai menjelang pemilihan umum pada 11 Agustus mendatang.

Dalam surat yang diterbitkan tentang situasi negara itu pada 2016, imam-imam Katolik itu mengungkapkan penentangan kuat atas bahasa vulgar yang dipergunakan politisi ketika saling menyerang satu sama lain.

Uskup-uskup itu juga mengatakan, budaya politik yang sekarang hadir tidak memperlihatkan sikap kedewasaan dalam berdemokrasi. Mereka menyalahkan pemimpin-pemimpin politik karena gagal dalam menghentikan, malahan dalam beberapa kasus menghasut, masa untuk terlibat dalam kejahatan dan kekerasan.

Uskup mengatakan, imam-imam hendak memastikan politisi dan pendukung mereka tidak merusak “oasis perdamaian” negara itu sementara partai-partai bersiap-siap meluncurkan kampanye mereka.

“Kami tidak mau perdamaian diremehkan, ini adalah berkah dari Tuhan, dan juga tanggung jawab seluruh warga, tetapi tanggung jawab lebih besar ada di pundak pemimpin-pemimpin kita.” [ps/jm]

XS
SM
MD
LG