Tautan-tautan Akses

Pemimpin Junta Militer Thailand Dilantik Jadi Perdana Menteri


Jenderal Prayuth Chan-ocha memberikan hormat pada lukisan Raja Bhumibol Adulyadej saat menerima perintah resmi raja atas penunjukkannya di Bangkok (25/8).

Jenderal Prayuth Chan-ocha memberikan hormat pada lukisan Raja Bhumibol Adulyadej saat menerima perintah resmi raja atas penunjukkannya di Bangkok (25/8).

Pemilihan dirinya oleh badan legislatif yang didominasi militer Kamis lalu itu sudah diyakini sebelumnya, karena ia adalah calon satu-satunya untuk jabatan itu.

Pemimpin junta militer Thailand telah menjadi perdana menteri baru setelah menerima pengesahan dari Raja Bhumibol Adulyadej.

Jenderal Prayuth Chan-ocha menerima komando kerajaan tertulis yang mengesahkan jabatannya dalam upacara di Bangkok Senin (25/8).

Pemilihan dirinya oleh badan legislatif yang didominasi militer Kamis lalu itu sudah diyakini sebelumnya, karena ia adalah calon satu-satunya untuk jabatan itu.

Jenderal Prayuth telah memimpin junta itu sejak memaksa pemerintahan perdana menteri Yingluck Shinawatra turun dari kekuasaan pada 22 Mei.

Jenderal itu mengatakan ia akan mengundurkan diri sebagai pimpinan angkatan bersenjata bulan depan, dan mengatakan berencana untuk tetap sebagai perdana menteri sampai pemilu baru diadakan tahun depan. Pengesahan oleh raja Senin memuluskan jalan bagi pembentukan pemerintah sementarsa.

Thailand telah dilanda oleh kerusuhan politik sejak 2006 ketika mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, abang Yingluck, digulingkan oleh kudeta militer dimana Jenderal Prayuth adalah tokoh utama.

Thaksin dan adiknya ditentang dengan kuat oleh kalangan elit politik tradisonalis Bangkok.

XS
SM
MD
LG