Tautan-tautan Akses

Pemimpin Hong Kong Bentrok dengan Kelompok Pro-Demokrasi


Pemimpin eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying di Gedung Pemerintah. (Foto: Dok)

Pemimpin eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying di Gedung Pemerintah. (Foto: Dok)

Pemimpin eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying menghindari pertanyaan mengenai pengunduran diri dan mengatakan kepada para legislator bahwa Hong Kong sedang berada pada situasi kritis.

Pemimpin Hong Kong ditantang untuk mengundurkan diri, Kamis (28/5), sewaktu ia bentrok dengan para legislator pro-demokrasi yang berang dengan rencana reformasi pemilihan umum yang kontroversial. Pemungutan suara mengenai paket tersebut akan berlangsung bulan depan.

Pemimpin eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying menghindari pertanyaan mengenai pengunduran diri dan mengatakan kepada para legislator bahwa Hong Kong sedang berada pada situasi kritis. Ia mendesak mereka agar mendukung rencana pemilihan pemimpin Hong Kong pada tahun 2017 pemilihan pemimpin eksekutif terbuka yang pertama di sana.

Para legislator prodemokrasi telah bertekad akan menghalangi paket itu pada pemungutan suara 1 Juni, seraya menyebutnya sebagai “demokrasi palsu” karena para kandidat pemimpin akan dipilih oleh suatu komite yang terdiri dari mereka yang setia kepada Beijing. Ketentuan mengenai hal ini ditetapkan oleh Beijing.

Keputusan Beijing itu memicu demonstrasi di jalan selama dua bulan lebih akhir tahun lalu, yang membuat kegiatan di beberapa bagian kota itu terhenti sama sekali.

James To dari Partai Demokrat bertanya kepada Leung apakah ia akan mengundurkan diri, “untuk memikul tanggung jawab” jika paket itu ditolak. Leung tidak memberi jawaban langsung atas pertanyaan tersebut.

XS
SM
MD
LG