Tautan-tautan Akses

Pemimpin China Berjanji Turunkan Biaya Bisnis


Presiden China Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping

Para pemimpin China hari Senin (21/12) berjanji akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memangkas biaya bisnis dan mengurangi kapasitas produksi yang berlebihan di sebagian industri dalam usaha menghindari penurunan tajam yang tidak terduga.

Setelah rapat perencanaan tahunan, para pemimpin Partai Komunis itu juga berjanji mengurangi risiko keuangan dan mengendalikan bertambahnya hutang yang kemungkinan mengancam sistem keuangan China.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping sedang berusaha menjaga pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan lebih berkelanjutan berdasarkan konsumsi domestik, dan bukannya berdasarkan angka-angka perdagangan dan investasi. Pertumbuhan telah melambat lebih cepat dari pada yang diperkirakan dalam dua tahun terakhir ini, memaksa pemerintah menyeimbangkan berbagai tuntutan yang berbeda untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sambil menjaga reformasi tetap berada di jalurnya.

Janji-janji yang dikeluarkan hari Senin itu bukanlah janji baru, tetapi menunjukkan di mana prioritas yang akan dijalankan partai yang berkuasa pada tahun 2016.

Pernyataan itu juga tidak memberi rincian tentang bagaimana dampak kebijakan pemerintah itu atas isu-isu penting, seperti status perusahaan milik negara yang menguasai berbagai industri mulai dari bank sampai enerji dan telekomunikasi.

Pertumbuhan ekonomi melamban sampai 6,9 persen pada akhir kuartal bulan September. Dana Moneter Internasional dan sektor swasta meramalkan pertumbuhan akan turun sampai enam persen tahun depan. Para pemimpin komunis bersikeras mereka merasa nyaman dengan pertumbuhan yang lebih lambat, setelah ekonomi melambung sampai belasan persen dalam dasawarsa lalu.

Pada tahun 2016, partai yang berkuasa itu “akan mengurangi beban perusahaan,''kata pernyataan itu. Partai itu juga berjanji untuk mendorong “kewirausahaan massal dan inovasi,” tapi tidak memberikan rincian. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG