Tautan-tautan Akses

Presiden Afrika Tengah akan Pulihkan Keamanan di Bangui


Presiden sementara Republik Afrika Tengah, Alexandre-Ferdinand Nguendet, akan mengambil berbagai langkah guna memulihkan keamanan di Bangui (foto: dok).

Presiden sementara Republik Afrika Tengah, Alexandre-Ferdinand Nguendet, akan mengambil berbagai langkah guna memulihkan keamanan di Bangui (foto: dok).

Presiden sementara Republik Afrika Tengah (CAR) Senin (13/1) mengatakan ia sedang mengambil berbagai langkah guna memulihkan keamanan di Bangui, ibukota CAR.

Ibukota Afrika Tengah, Bangui, telah dilanda kekerasan politik dan etnis selama enam minggu dan membuat hampir 500.000 warga mengungsi.

Dalam wawancara dengan VOA siaran bahasa Perancis ke Afrika, Alexandre Nguendet mengatakan ia hari Minggu (12/1) bertemu milisi-milisi lokal yang menurutnya sepakat berdamai.

Nguendet juga mengatakan ia sedang membentuk satgas yang terdiri dari polisi dan pasukan keamanan guna memulihkan ketertiban.

Ia ditunjuk sebagai presiden sementara setelah Michel Djotodia, pemimpin pemberontak yang menjadi Presiden, hari Jumat mengundurkan diri karena gagal meredakan kerusuhan dan kekerasan berbulan-bulan di negara itu.

Krisis itu pecah setelah pemberontak Seleka yang umumnya Muslim menjatuhkan Presiden Francois Bozize Maret lalu. Aksi brutal pemberontak memicu bangkitnya kelompok-kelompok Kristen dan gelombang pembunuhan dan kekerasan.

Sementara itu, jumlah orang yang mengungsi di Republik Afrika Tengah (CAR) telah melampaui satu juta, sementara krisis kemanusiaan di negara itu semakin parah.

Badan pengungsi PBB hari Senin mengatakan lebih dari 950.000 orang mengungsi ke wilayah lain di CAR, sementara 86.000 lainnya telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Wartawan Nick Long berada di Bangui, ibukota CAR. Ia mengatakan kepada VOA bahwa, menurut laporan badan pengungsi PBB, kondisi kehidupan sebagian besar rakyat negara itu semakin mencemaskan.

Long mengatakan laporan PBB itu merinci terutama kondisi buruk dalam kamp-kamp pengungsi.

Ia mengatakan Bangui tampak tenang hari Senin seusai kerusuhan dan penjarahan sepanjang akhir pekan. Palang Merah melaporkan mereka merawat 60 orang sejak hari Jumat di rumah sakit utama kota itu.
XS
SM
MD
LG