Tautan-tautan Akses

Pemimpin Afrika Minta PBB Dukung Intervensi Militer di Mali Utara


Menteri Pantai Gading untuk Uni Afrika, Adama Bictogo, presiden ECOWAS Desire Ouedraogo Kadre dan perwakilan tetap Perancis untuk PBB Gerard Araud dalam rapat bersama anggota DK PBB di Abidjan (Foto: dok).

Menteri Pantai Gading untuk Uni Afrika, Adama Bictogo, presiden ECOWAS Desire Ouedraogo Kadre dan perwakilan tetap Perancis untuk PBB Gerard Araud dalam rapat bersama anggota DK PBB di Abidjan (Foto: dok).

Para pemimpin Afrika dalam pertemuan di Pantai Gading menyerukan PBB untuk intervensi militer di Mali utara yang saat ini dikuasai pemberontak.

Para anggota Uni Afrika, kelompok negara-negara Afrika barat, ECOWAS, dan PBB hari Kamis sependapat bahwa Uni Afrika sebaiknya meminta Dewan Keamanan PBB untuk intervensi dalam pemulihan keutuhan wilayah Mali.

Pimpinan ECOWAS, Kadre Desire Quedraogo, mengatakan keadaan di Mali utara saat ini semakin berbahaya. Untuk itu mereka tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk memulihkan ketertiban di wilayah tersebut.

Mali utara jatuh ke tangan pemberontak Tuareg dan Islamis setelah tentara Mali menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure dalam kudeta bulan Maret. Pemerintah transisi yang telah dibentuk sejak itu tidak berhasil menegakkan pengaruh atau keamanan di Mali utara.

Kaum separatis Tuareg mulai menyerang pangkalan-pangkalan angkatan darat di gurun pasir Mali bulan Januari, setelah banyak laskar Tuareg pulang dari Libya, dimana mereka membantu pemimpin Libya yang terguling Moammar Gaddafi.

Badan pengungsi PBB mengatakan sengketa itu telah mengakibatkan 130 ribu orang di dan sekitar Mali mengungsi. Banyak tentara tewas dalam sengketa itu.

Tuareg, suku pengembara yang hidupnya berpindah-pindah, sesekali melancarkan perlawanan untuk memperoleh otonomi yang lebih besar di wilayah Mali dan Nigeria.
XS
SM
MD
LG