Tautan-tautan Akses

Pemimpin 6 Negara Pendiri Uni Eropa Adakan Pertemuan Krisis di Berlin


Menteri Luar Negeri dari enam negara pendiri Uni Eropa, Jean Asselborn (Luxemburg), Paolo Gentiloni (Italia), Frank-Walter Steinmeier (Jerman), Jean-Marc Ayrault (Perancis), Didier Reynders (Belgia) dan Bert Koenders (Belanda) memberikan keterangan kepada media pasca keluarnya Inggris dari kelompok tersebut di Berlin, Jerman (25/6).

Menteri Luar Negeri dari enam negara pendiri Uni Eropa, Jean Asselborn (Luxemburg), Paolo Gentiloni (Italia), Frank-Walter Steinmeier (Jerman), Jean-Marc Ayrault (Perancis), Didier Reynders (Belgia) dan Bert Koenders (Belanda) memberikan keterangan kepada media pasca keluarnya Inggris dari kelompok tersebut di Berlin, Jerman (25/6).

Para pemimpin dari enam negara pendiri Uni Eropa mengadakan pertemuan tidak resmi di Berlin, Sabtu pagi (25/6), untuk membicarakan masa depan Uni Eropa setelah Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam keterangannya kepda para wartawan saat memasuki pertemuan tersebut mengatakan bahwa masyarakat harus tetap tenang, dan ia meminta kepada para pemimpin Eropa agar tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian yang akan datang.

“Saya yakin bahwa negara-negara ini dapat juga mengirim pesan bahwa kami tidak akan membiarkan siapapun mengambil Eropa dari kami,” katanya.

“Kita jangan dengan gegabah mengambil tindakan yang buru-buru, seolah-olah kita tahu semua jawabannya. Tetapi kita juga tidak boleh jatuh ke dalam depresi atau ketiadaan tindakan setelah keputusan Inggris itu,” lanjut Frank-Walter Steinmeier.

Bersama Steinmeier, wakil-wakil dari Perancis, Belanda, Italia, Belgia dan Luxemburg berkumpul di gedung Kementerian Luar Negeri Jerman di pinggir Berlin.

Steinmeier menekankan pertemuan itu bukan “format yang eksklusif,” dan beberapa isu lain akan dibicarakan, termasuk krisis pengungsi, masalah pengangguran dan keamanan Uni Eropa. [gp]

XS
SM
MD
LG