Tautan-tautan Akses

Pemilu Parlemen Ukraina, Ujian bagi Proses Demokrasi


Banyak warga Ukraina mengatakan pemilu parlemen di negara itu akan membingkai masa depan demokrasi di Ukraina, negara terbesar kedua, setelah Rusia, lepas dari Uni Soviet. (foto: Dok).

Banyak warga Ukraina mengatakan pemilu parlemen di negara itu akan membingkai masa depan demokrasi di Ukraina, negara terbesar kedua, setelah Rusia, lepas dari Uni Soviet. (foto: Dok).

Pemilu parlemen Ukraina dilihat sebagai ujian proses demokrasi di persimpangan antara demokrasi Eropa dan otoritarianisme Rusia.

Dalam hawa panas yang tidak seperti biasanya, warga Ukraina melakukan pemilu bagi 450 kursi parlemen.

Pemilu itu dilakukan pada paruh pertama masa jabatan lima tahun Presiden Viktor Yanukovych. Banyak warga Ukraina mengatakan pemilu itu akan membingkai masa depan demokrasi di Ukraina, negara terbesar kedua, setelah Rusia, lepas dari Uni Soviet.

Mereka mengatakan kemunculan kuat calon-calon oposisi hari Minggu akan membatasi kemampuan Presiden Yanukovych untuk mengambil langkah-langkah otoriter baru.

Kekhawatiran internasional begitu besar, sehingga 3.500 pengamat asing datang untuk mengawasi proses pemilu di negara berpenduduk 46 juta.

Di Troeschina, wilayah permukiman kelas pekerja masa Soviet di pinggiran sebelah timur Kyiv, Kiril, pegawai IT berusia 27 tahun, mengatakan, ia memilih Svoboda, partai oposisi nasionalis baru.
“Saya memilih partai itu yang merupakan kelompok oposisi terbesar,” ujarnya.

Banyak pihak yang mengecam mengatakan Presiden Yanukovych dan sekutu-sekutunya menutup saluran-saluran besar televisi bagi pemimpin-pemimpin oposisi dan menuntut secara selektif lawan-lawan politik mereka. Mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko dan tua menteri kabinetnya sekarang dipenjara.

Lyuba, yang datang ke TPS dengan cucunya, mengatakan ia memilih koalisi oposisi yang diketuai sekutu-sekutu Tymoshenko.

Namun Vitaly, seorang pensiunan, mengatakan ia memilih Party of Regions yang berkuasa.

Ia mengatakan pemerintahan Yanukovych menciptakan stabilitas, lapangan kerja, dan upah yang lebih baik.

Tingkat kepopuleran Yanukovich dalam jajak pendapat turun menjadi sekitar 13 persen. Namun, para analis politik yakin pemilu hari Minggu akan memungkinkannya membentuk mayoritas suara di parlemen. Selain itu, untuk mempertahankan aliansi parlemen dengan Partai Komunis Ukraina, Yanukovich berharap bisa memenangi banyak anggota yang terpilih sebagai kelompok independen.

Di TPS Troeschina, wakildistrik federal dan sekaligus anggota Party of Regions, Valeri Borisov, menyangkal tuduhan kelompok oposisi bahwa uang pemerintah disgunakan untuk membantu partai yang berkuasa.

Ia mengatakan uang pemerintah hanya digunakan untuk menjamin keadilan pemilu. Ia mengatakan, ini termasuk kamera-kamera web dan kotak-kotak plastik tembus pandang.

Namun banyak warga Ukraina pesimistis. Dalam jajak pendapat nasional yang dilakukan awal bulan ini 47 persen responden mengatakan kecurangan pemilu mungkin saja besar dalam pemilu hari Minggu sehingga bisa mempengaruhi hasil keseluruhan pemilu.
XS
SM
MD
LG